BolaSkor.com - Manchester City bak kancil dalam cerita rakyat yang punya seribu akal untuk mencapai tujuannya. Bahkan, meskipun ada jebakkan yang sudah dipersiapkan dengan matang, sang kancil tetap bisa melewatinya. Kali ini, mampukah The Citizens lolos dari jeratan hukum?

Pelangi indah menyambangi langit Manchester City pada 2008. Sebab, Sheikh Mansour yang memiliki sumber keuangan raksasa membeli The Citizens. Man City pun mulai mendapatkan label klub kaya.

Bukan hanya di atas kertas, tetapi Sheikh Mansour memberikan bukti. Ia mendatangkan sejumlah pemain dengan harga selangit. Jack Grealish, Kevin De Bruyne, Ruben Dias, Riyad Mahrez, Joao Cancelo, Raheem Sterling, Rodri, Erling Haaland, John Stones, dan Bernardo Silva adalah beberapa nama dalam deretan atas pemain mahal milik The Citizens. Bahkan, daftar akan lebih panjang jika nama lainnya dituliskan.

Prestasi pun mulai terlihat. Manchester City meraih enam titel Premier League sejak Sheikh Mansour mengambil alih. Selain itu, gelar Piala Liga Inggris, Piala FA, dan Piala Super Inggris menjadi langganan masuk lemari penyimpanan Man City.

Namun, bukan berarti Sheikh Mansour memimpin Man City dengan cara yang bersih. Sebab, mencuat dugaan The Citizens melakukan pelanggaran peraturan keuangan.

Baca Juga:

Didakwa Lebih dari 100 Pelanggaran Keuangan, Manchester City Terancam Didepak Premier League

Tottenham 1-0 Man City: The Citizens Gagal Pangkas Jarak dengan The Gunners

Dituding Lakukan Banyak Pelanggaran Keuangan, Manchester City Terkejut

Laporan Der Spiegel menjadi pintu masuk dalam penyelidikan dugaan pelanggaran Manchester City. Media asal Jerman itu mengatakan Manchester City memiliki dosa besar dalam hal keuangan.

UEFA yang mencium bangkai dari rumah Manchester City pun telah mengambil tindakan. Pada 2020, UEFA menjatuhkan hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim untuk Man City.

Namun, dengan dikomandoi Sheikh Mansour, Manchester City menunjuk deretan pengacara papan atas dunia untuk mengajukan banding di Pengadilan Abitrase Olahraga (CAS). Hasilnya, Man City lolos dari hukuman.

Kali ini, lembaran hitam dalam buku keuangan Manchester City kembali dibuka. Jika sebelumnya UEFA, kini Premier League yang menjadi oposisi pada perang terbaru. Premier League telah melakukan penyelidikan selama empat tahun. Sementara itu, periode kasusnya adalah dari 2009 hingga 2018.

Manchester City diduga mengakali peraturan keuangan dengan cara menggunakan sponsor palsu. Meskipun The Citizens terlihat memiliki beragam sponsor, tetapi sebagian besar di antaranya adalah milik Sheikh Mansour.

Contohnya, Manchester City sepakat bekerja sama dengan Etihad pada 2015. Dari kesepakatan itu, The Citizens mendapatkan dana 67,5 juta pounds per musim.

Masalahnya, Etihad hanya memberikan 8 juta pounds per musim kepada Man City. Sisanya disuntikkan dari uang pribadi Sheikh Mansour.

Sheikh Mansour menjalankan rencananya itu dengan mengandalkan perusahaan bernama Abu Dhabi United Group (ADUG). Dengan memanfaatkan ADUG, Sheikh Mansour bisa bersembunyi untuk tetap menggelontorkan dana segar kepada Man City. Padahal, sumbernya berasal dari payung yang sama.

Modus operandi serupa juga terjadi pada kesepakatan Man City dengan Aabar. Dari total pemberian dana 15 juta pounds per musim untuk Man City, Aabar hanya perlu mengucurkan 3 juta pounds. Sisanya, tangan Sheikh Mansour yang tidak terlihat kembali beraksi.

Padahal, UEFA sangat melarang klub mendapatkan suntikan dana yang berlebihan dari pemilik. Hal tersebut dilakukan demi pemerataan keuangan tim-tim Eropa.

Akal-akalan Manchester City tidak berhenti sampai di situ. Manchester City juga diduga melakukan penipuan dalam pembayaran gaji Roberto Mancini.

Pada 2009, Mancini meneken kontrak dua musim bersama Man City. Ia menerima upah 1,45 juta pounds per musim, sebelum bonus.

Namun, apa yang didapatkan Mancini lebih dari angka tersebut. Sebab, ia juga menjadi penasihat Al Jazira dengan upah 1,75 juta pounds per musim. Setelah ditarik benang merah, Al Jazira merupakan klub di bawah naungan Sheikh Mansour.

Man City juga menggunakan cara yang serupa dalam pembayaran gaji Yaya Toure. Kali ini, Man City menggunakan agen sang pemain sebagai saluran lain pembayaran gaji. Totalnya mencapai 4 juta pounds per musim.

Dengan cara itu, Manchester Biru bisa menekan pengeluaran dalam satu musim. Sebab, angka-angka tersebut tidak masuk dalam buku keuangan The Citizens.

Hukuman berat pun menanti Manchester City. The Citizens terancam mendapatkan denda, pengurangan poin, hingga dikeluarkan dari Premier League. Premier League mendakwa Man City dengan lebih dari 100 pelanggaran.

Menariknya, karena lawan yang dihadapi kali ini adalah Premier League, Manchester City tidak bisa mengajukan banding kepada CAS. Pertanyaannya, apakah kali ini Manchester City akan kembali lolos dari jeratan hukum?