BolaSkor.com - Federasi Sepak Bola Indonesia, PSSI memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19. Kontrak Indra Sjafri sendiri sebagai pelatih Skuat Garuda Nusantara berakhir pada Desember 2017.

Nantinya, Indra Sjafri mendapat pekerjaan dan jabatan baru. Pelatih asal Sumatera Barat itu membantu pembentukan dan pengembangan tim usia dini sesuai Filanesia (filosofi sepak bola Indonesia) untuk proyek jangka panjang Olimpiade 2024.

"Kami tetap akan bekerja sama dengan pelatih Indra di federasi untuk membangun sepak bola nasional. Ini merupakan tugas dan tantangan yang jauh lebih besar," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria.

"Tim ini akan diuji untuk mengikuti Youth World Cup (Piala Dunia U-17 dan U-20), SEA Games 2023, dan Olimpiade 2024. Karena target kekuatan tim untuk berlaga di Piala Dunia 2034 adalah kapasitas atau kemampuan di Olimpiade 2024," tutup Ratu Tisha.

Timnas Indonesia U-19 di Kualifikasi Piala AFC U-19 2017. (PSSI)

Namun, PSSI belum memberikan secara detail dan jelas soal progam serta nama jabatan yang bakal dilakoni Indra Sjafri ke depannya. PSSI berpendapat bahwa nama jabatan dan progam yang dijalankan Indra Sjafri akan diberitahukan usai rapat Anggota Eksekutif (Exco) PSSI pada 13 Desember mendatang.

Satu hal yang pasti Indra Sjafri akan dilibatkan dalam progam pembentukan dan pengembangan tim usia dini sesuai Filanesia (filosofi sepakbola Indonesia) untuk proyek jangka panjang Olimpiade 2024. Tentu saja, hal ini membuat Indra Sjafri ada di bawah komando Direktur Timnas yang sekaligus penyusun Filanesia, Danurwindo.

"Untuk struktur dan jabatan Indra Sjafri akan diputuskan usai tanggal 13 Desember 2017. Kami tetap akan bekerja sama dengan pelatih Indra di federasi untuk membangun sepak bola nasional. Ini merupakan tugas dan tantangan yang jauh lebih besar," kata Ratu Tisha.

Indra Sjafri (tengah) bersama Timnas Indonesia U-19. (PSSI)

Untuk saat ini, PSSI belum memutuskan siapa saja calon pengganti Indra Sjafri di kursi pelatih kepala Timnas U-19. Keputusan tersebut baru akan diputuskan pada usai Rapat Exco PSSI di tanggal 13 Desember mendatang.

"Untuk saat ini belum ada, karena sampai saat ini PSSI masih menggodoknya terkait masalah kriteria. Karena ini Timnas usia muda, maka kami ingin mencari pelatih yang sesuai dengan Filanesia (filosofi sepakbola Indonesia) kita," ujar Ratu Tisha.

Meski begitu, tersiar kabar soal pelatih-pelatih yang bakal menjadi calon pengganti Indra Sjafri, mulai dari Wolfgang Pikal, Rudy Eka Priyambada, Widodo Cahyono Putro, hingga Simon McMenemy.

BolaSkor.com mencoba menganalisa kandidat calon terkuat pengganti Indra Sjafri di Timnas U-19, berikut ulasannya:

1. Rudy Eka Priyambada

Nama Rudy Eka Priyambada mencuat ke permukaan menjadi salah satu calon kandidat pengganti Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U-19. Pelatih berumur 34 tahun itu bukan sosok asing dalam dunia sepak bola nasional.

Namanya mulai dikenal publik saat menjadi asisten pelatih asal Swedia, Stefan Hansson saat menukangi Mitra Kukar di Indonesia Super League (ISL) 2013-2015. Bahkan, ia sempat menjadi pelatih kepala Tim Naga Mekes saat Hansson mundur di ISL 2015. Sayang, kiprahnya hanya sebentar usai konflik sepak bola nasional yang berdampak pada terhentinya ISL 2015 dan turunnya sanksi FIFA.

Rudy Eka Priyambada, sosok pelatih PS TNI (Goal.com)

Ia pernah asisten pelatih di klub Divisi Dua Liga Bahrain, Al Najma. Kemudian, menjadi pelatih kepala Celebest FC yang berkiprah di Liga 2 musim ini.

Setelah itu, ia menjadi pengganti Ivan Kolev sebagai pelatih PS TNI. Rudy Eka membawa PS TNI bertahan di Liga 1 dengan finis di urutan ke-12 klasemen akhir Liga 1 melalui koleksi 42 poin dari 34 laga.

Jika melihat sepak terjangnya, Rudy Eka merupakan pelatih yang sudah paham soal sepak bola nasional. Meski begitu, ia belum menorehkan prestasi manis.

Namun, peluangnya terbuka mengingat dirinya pernah menjadi analis Timnas U-19 era Indra Sjafri kala menukangi generasi Evan Dimas dkk. tahun 2013 lalu.

2. Simon McMenemy

Simon McMenemy, nama yang kian diagung-agungkan oleh fans Bhayangkara FC. Pelatih asal Skotlandia itu berhasil membawa The Guardian menjadi juara Liga 1.

Nama Simon sebenarnya tidak asing di sepak bola Indonesia. Ia pernah menukangi Mitra Kukar pada ISL 2011-2012 lalu.

Simon McMenemy membawa Bhayangkara FC juara Liga 1. (PT Liga Indonesia Baru)

Jika melihat kemampuannya sebagai juru racik, ia sudah tidak perlu diragukan lagi. Hasilnya sudah nyata terlihat dengan membawa Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1.

Namun, sangat sulit untuk dirinya menjadi pengganti Indra Sjafri. Mengingat, Simon masih kerasa melatih Bhayangkara FC. Lagi pula, Simon belum teruji di level Timnas. Bhayangkara FC pun tidak bakal rela dengan mudah melepas pria berumur 39 tersebut.

3. Widodo Cahyono Putro

Nama Widodo Cahyono Putro mencuat sebagai salah satu kandidat terkuat pengganti Indra Sjafri. Pengalamnnya di dunia sepak bola nasional sudah tidak perlu diragukan lagi.

Ia malang melintang sebagai pemain profesional di klub-klub ternama Indonesia. Widodo pernah membawa Petrokimia Gresik menjadi juara Liga Indonesia 2002.

Pelatih Bali United FC, Widodo Cahyono Putro. (Laman Resmi Bali United)

Sepak terjangnya sebagai pelatih juga tak kalah hebat, ia pernah menjadi asisten pelatih Timnas hingga membawa Bali United FC bertengger di posisi kedua klasemen akhir Liga 1. Padahal, pelatih berumur 47 tahun tersebut menggantikan Peter Hans Scaller dengan posisi Bali United ada di zona degradasi pada pekan keempat Liga 1.

Kans Widodo melatih Timnas U-19 memang besar. Namun satu kendala adalah pihak Bali United dipastikan memagari Widodo. Mengingat, Widodo juga senang dengan kemampuan para pemain muda layaknya Indra Sjafri.

4. Wolfgang Pikal

Satu nama yang menjadi kandidat kuat pelatih Timnas U-19 adalah Wolfgang Pikal. Pikal memang salah satu pelatih asing, namun dirinya tahu betul sepak bola Indonesia seperti apa.

Pikal adalah sosok pembantu Alfred Riedl kala menukangi Timnas Indonesia tahun 2010 dan 2016 pada ajang Piala AFF. Ia tahu betul bagaimana pola permainan Timnas dan sepak bola Indonesia.

Wolfgang Pikal saat menjadi asisten Alfred Riedl di Timnas Indonesia. (Goal.com)

Kans Pikal melatih Timnas U-19 semakin besar, lantaran dirinya menyebut PSSI sudah menghubunginya untuk menjadi kandidat salah satu pengganti Indra Sjafri.

"Ya saya sudah ada komunikasi dengan PSSI. Saya hormat jika PSSI pilih saya sebagai pelatih Timnas U-19. PSSI tahu bagaimana kontribusi saya untuk Timnas di Piala AFF 2010 dan 2016. Saya lihat Timnas U-19 sangat potensial dan saya yakin Timnas bisa sampai pada seminfinal Piala AFC U-19 dan lolos otomatis ke Piala Dunia U-20," kata Pikal.