BolaSkor.com - Frank Soo bukanlah sebuah nama yang populer dalam dunia sepak bola. Namun ia merupakan pemain non-kulit putih pertama yang memperkuat Timnas Inggris.

Laga debut Soo berseragam Timnas Inggris terjadi pada 9 Mei 1942. Momen tersebut dianggap spesial hingga dijadikan tema Google Doodle pada tanggal yang sama tahun ini.

Menariknya, Soo merupakan warga negara Inggris keturunan China. Ia lahir pada 8 Maret 1914 di Buxton, Midlands.

Darah China-nya berasal dari sang ayah, Our Quong-Soo. Pria ini merupakan seorang pelaut yang berlabuh ke Liverpool pada awal abad ke-20.

Sementara ibunya merupakan penduduk lokal bernama Beatrice. Keduanya menikah pada tahun 1908 di Manchester.

Baca Juga:

Nostalgia - Gol Sundulan Jadi Salam Perpisahan Zidane Kepada Publik Santiago Bernabeu

Mengenal Yasir Al-Rumayyan, Calon Pemilik Baru Newcastle United Kepercayaan Pangeran Salman

Megan Rapinoe, Pejuang Emansipasi Perempuan dari Sepak Bola

Dari Pernikahan tersebut, lahirlah tujuh orang anak. Soo merupakan anak kedua sedangkan saudara lainnya bernama Norman (kakak), Phyllis, Ronald, Jack, Harold, dan Kenneth.

Tak banyak informasi terkait kehidupan masa kecil Soo. Ia diketahui pernah menimba ilmu sepak bola di akademi bernama West Derby Boys Club.

Pada usia 20 tahun, Soo memperkuat klub lokal Merseyside, Prescot Cables selama satu musim pada 1932 hingga 1933. Saat itu ia juga bekerja sebagai petugas administrasi.

Penampilannya bersama Prescot Cables ternyata menarik minat Stoke City. The Potters kala itu sudah bermain di kompetisi profesional bertajuk Football League.

Dengan biaya transfer 400 poundsterling, Soo hengkang ke SStoke City. Ia juga menjadi pemain keturunan China pertama yang tampil di kompetisi profesional negara Britania tersebut.

Soo yang berposisi sebagai gelandang bertahan tampil bagus bersama Stoke. Namanya mulai dilirik oleh Timnas Inggris.

Debut Soo bersama Timnas Inggris harusnya bisa terjadi lebih cepat. Namun meletusnya Perang Dunia II pada 1939 menggagalkan hal tersebut.

Perang tersebut mengacaukan jadwal kompetisi sepak bola. Soo sempat beralih profesi menjadi buruh pabrik hingga dipanggil ke Royal Air Force atau Angkatan Udara Inggris pada 1941 sebagai mekanik.

Siapa sangka hal ini membuka kembali jalan Soo ke Timnas Inggris. Di satuan angkatan udara, ia bertemu kembali dengan para pesepak bola lain seperti Matt Busby, Joe Mercer, dan Frank Swift.

Soo akhirnya benar-benar dipanggil untuk memperkuat Timnas Inggris pada tahun 1942. Ia melakoni debut saat berhadapan dengan Wales dalam sebuah laga tak resmi.

Frank Soo membela Timnas Inggris dalam sebuah laga tak resmi di Stadion Wembley pada Mei 1942.

Setelah perang dunia II berakhir pada 1945, Soo kembali ke dunia sepak bola. Ia bergabung ke Leicester City dan sempat menjabat sebagai kapten.

Namun Soo hanya bertahan selama setengah musim bersama Leicester City. Ia kemudian hengkang ke Luton Town.

Satu tahun kemudian, Soo kembali mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Inggris. Kali ini The Three Lions akan menjalani sebuah laga uji coba resmi.

Sayang, Soo yang ketika itu sudah berusia 32 tahun mengalami cedera sehingga batal bergabung. Empat tahun kemudian pun memilih gantung sepatu.

Setelah pensiun, Soo beralih menjadi seorang pelatih. Uniknya, ia lebih sering menangani klub di luar Inggris.

Prestasi terbaiknya sebagai seorang pelatih terjadi paada musim 954-1955. Soo yang menangani tim asal Swedia, Djurgarden berhasil mempersembahkan gelar juara liga di akhir kompetisi.

Soo berkarier sebagai pelatih hingga musim 1965-1966. Ia kemudian menghabiskan masa tuanya di kota Cheadle hingga menghembuskana nafas terakhir pada 1991 ketika berusia 76 tahun.