BolaSkor.com - Karier Niko Kovac sebagai pelatih Bayern Munchen hanya bertahan satu musim lebih. Meski Kovac telah mempersembahkan titel Bundesliga, Piala Super DFL, dan DFB Pokal musim lalu, manajemen Bayern punya pertimbangan yang berbeda.

Kekalahan telak 1-5 Bayern dari Eintracht Frankfurt di pekan 10 Bundesliga di Commerzbank Arena, Sabtu (02/11) malam WIB, memicu pertimbangan dari para petinggi Bayern. Karl-Heinz Rummenigge (CEO Bayern), Uli Hoeness (Presiden Bayern), dan Hasan Salihamidzic (Direktur Olahraga Bayern), mengadakan pertemuan setelahnya.

Hasilnya, Kovac, mantan pelatih timnas Kroasia U-21, timnas Kroasia senior, dan Frankfurt, diberhentikan alias dipecat dari pekerjaannya sebagai pelatih Manuel Neuer dkk. Sikap tegas diambil manajemen klub.

Baca Juga:

Nostalgia - Terakhir Bayern Munchen Kalah 1-5, Edin Dzeko Masih di Wolfsburg

Kado Buruk Penampilan ke-500 Thomas Muller di Bayern Munchen

Bayern Munchen Kalah Telak, Niko Kovac Kehilangan Pekerjaan

"Performa tim kami dalam beberapa pekan terakhir dan hasil-hasil yang diraih telah memperlihatkan kepada kami, bahwa kami harus ambil sikap," tutur Karl-Heinz Rummeniggge, dikutip dari laman resmi Bayern.

"Uli Hoeness, Hasan Salihamidzic, dan saya telah mengadakan pembicaraan terbuka dan serius mengenai Niko pada laga Minggu (kontra Frankfurt), dengan hasil, Niko tak lagi jadi pelatih Bayern."

"Kami semua menyesali perkembangan ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Niko Kovac, mewakili FC Bayern, untuk kinerjanya, khususnya dalam memenangi dua titel musim lalu," terang Rummenigge.

Bayern belum menunjuk pelatih permanen baru pengganti Niko Kovac. Untuk sementara klub dilatih oleh Hansi Flick, yang akan memulai debutnya melawan Olympiacos (07/11) dan Der Klassiker kontra Borussia Dortmund (10/11).

Hansi Flick, nama yang terdengar asing di kancah sepak bola Eropa, tapi tidak di Jerman. BolaSkor.com akan membeberkan fakta-fakta menarik dari sosok pelatih berusia 54 tahun tersebut. Melansir beberapa informasi dari Bundesliga, berikut ulasannya:

1. Tidak Asing dengan Bayern Munchen

Hansi Flick

Bernama lengkap Hans-Dieter Flick, ia juga memiliki nama panggilan Hansi Flick dan lahir di Heidelberg pada 24 Februari 1965. Pada periode 1982-1985 Flick banyak menghabiskan karier sebagai pesepakbola di divisi bawah sepak bola Jerman (SV Sandhaussen).

Baru pada 1985, Flick, yang kala itu berusia 20 tahun, menarik atensi Bayern dan merekrutnya dari Sandhaussen. Bermain selama lima tahun di Bayern, Flick meraih empat titel Bundesliga dan satu Piala DFB. Total, Flick tampil sebanyak 137 laga kompetitif untuk Bayern.

Cedera serius mengakhiri karier gelandang serang itu di FC Koln pada 1992. Flick pensiun di usia yang masih relatif muda: 28 tahun.

2. Andil di Piala Dunia 2014

Staf kepelatihan Timnas Jerman di Piala Dunia 2014

Timnas Jerman berjaya menjuarai Piala Dunia 2014, delapan tahun setelah Joachim Low, beserta staf kepelatihannya, datang menggantikan Jurgen Klinsmann. Di dalam staf kepelatihan itu ada Flick serta mantan pemain Sandhausen, Markus.

Ketika Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014, setelah sebelumnya finish sebagai runner-up Piala Eropa 2008 dan juara tiga Piala Dunia 2010, ada catatan menarik berupa fakta: pertama kali dalam sejarah, pelatih kepala Jerman dan asistennya tidak pernah bermain di level tertinggi untuk negaranya.

3. Karier Kepelatihan

Flick mendapatkan lisensi profesional sebagai pelatih pada 2003 dan menempati ranking teratas bersama Thomas Doll, eks pelatih Borussia Dortmund dan Hamburg. Flick mengawali karier kepelatihan melatih tim amatir lokal, Victoria Bammental (1996-2000).

Berikutnya, Flick mengembangkan Hoffenheim selama lima tahun sebelum diambilalih oleh Ralf Rangnick. Di sana Flick mebawa Hoffenheim promosi dari divisi empat ke tiga. Sempat menjadi asisten pelatih Giovanni Trapattoni di RB Salzburg. kini Flick menjadi pelatih interim Kovac - setelah sebelumnya jadi asisten pelatih Kovac.

4. Memilih Jadi Pegawai Bank ketimbang Gabung Stuttgart

Hansi Flick

Pada usia 18 tahun, Flick sedianya mendapatkan tawaran untuk bermain dengan Stuttgart - yang kemudian jadi juara Bundesliga 1983-84. Alih-alih melakukannya, Flick lebih memilih menyelesaikan latihannya sebagai pegawai bank.

"Saya ingin menyelesaikan latihan saya di bank. Tapi, VfB berkata jika saya melakukannya, saya akan bermain di tim cadangan dan saya tak ingin melakukannya. Saya hanya ingin rencana cadangan karena saya tak tahu seberapa lama bisa bermain sepak bola," tutur Flick pada 2014.

5. Punya Toko Olahraga di Heidelberg

Flick sudah memiliki persiapan matang menyiapkan masa pensiunnya. Dia memiliki toko olahraga di kampung halamannya, Heidelberg, kota yang juga menjadi tempatnya hidup bersama sang istri, Silke. Di kota itu Flick menerima penghargaan freedom of Bammental.

Selain punya pengalaman melatih, Flick juga pernah menjadi Direktur Olahraga DFB, Federasi Sepak Bola Jerman, pada September 2014 hingga Januari 2017.