BolaSkor.com - Pedro Gonzalez Lopez atau yang lebih dikenal sebagai Pedri datang ke Barcelona pada musim panas 2020 dari UD Las Palmas. Pedri disebut-sebut sebagai pemain berbakat, tetapi masih terlalu muda untuk unjuk gigi sehingga tidak banyak orang yang memprediksi ia akan menjadi pemain dengan penampilan terbanyak bagi Blaugrana musim lalu.

Hal tersebut menunjukkan betapa tingginya kepercayaan Ronald Koeman terhadap dirinya. Pedri bermain di 37 pertandingan musim lalu, menjadi starter di 28 pertandingan. Satu-satunya pertandingan di mana ia tidak bermain yaitu di laga terakhir melawan Eibar.

Luar biasanya, Lionel Messi juga menaruh harapan besar kepada Pedri, dan itu terlihat dari betapa seringnya Messi mengoper bola kepadanya. Pedri selalu mengerahkan segalanya ketika ia bermain, mencatatkan 1.485 operan, tiga gol dan tiga asisst.

Ketika bertandang ke Athletic Bilbao, Pedri menjadi pemain termuda yang mencatatkan gol dan asisst dalam satu pertandingan LaLiga, yakni dalam usia 18 tahun 42 hari.

Baca Juga:

Beri Selamat kepada Italia, Luis Enrique: Spanyol Masih Tim Elite Eropa

Roberto Mancini: Spanyol Tim Bagus, tetapi Adu Penalti Kejam

5 Fakta Menarik Pedri, Matador Muda Spanyol

Pedri

Tak diragukan lagi, Pedri akan menjadi andalan lini tengah Blaugrana dan juga timnas Spanyol menyusul performa luar biasanya di Piala Eropa 2020.

"Saya tak pernah melihat pemain muda dengan bakat seperti Pedri, terutama hal-hal yang ia lakukan di lapangan. Bahkan Iniesta pun tidak memiliki bakat sebagus ini,” kata pelatih timnas Spanyol, Luis Enrique, setelah Spanyol kalah dari Italia di semifinal.

Lalu, bagaimana Pedri bisa bermain sebagus ini?

Pedri lahir di Tegueste, kota di Pulau Tenerife pada November 2002 dan tim muda UD Tegueste adalah tim pertamanya. Kemampuannya menarik perhatian banyak pencari bakat. Namun, pencari bakat dari klub lokal, CD Tenerife, menganggap tubuhnya terlalu kurus dan kecil untuk bermain di level tertinggi.

Meskipun pada akhirnya CD Tenerife mencoba untuk mengontrak dirinya, Pedri sudah lebih dulu bergabung dengan Juventud Laguna, klub lokal lainnya yang memiliki reputasi dalam mengembangkan bakat pemain muda.

Nano Mesa (SD Eibar) dan Samu Pérez (Real Valladolid) adalah beberapa contoh pemain jebolan akademi Juventud Laguna yang menembus LaLiga.

Selama tiga tahun dengan klub tersebut, Pedri mengasah berbagai kemampuannya dan menunjukkan performa terbaik. Kemudian, kabar mengenai performa Pedri tersebut terdengar luas, hingga ke seluruh wilayah Spanyol.

Pada musim semi 2018, dalam usia 15 tahun, ia menjalani trial bersama Real Madrid. Namun pada bulan Mei 2018, ia bergabung dengan UD Las Palmas, rival wilayah CD Tenerife.

Pedri

Pedri lalu bermain untuk tim muda Las Palmas dan terus mengembangkan kemampuannya hingga musim 20182019, di mana ia bermain di beberapa posisi berbeda pada lini serang.

Berkat performanya yang luar biasa, Pedri dipromosikan ke tim utama oleh pelatih Pepe Mel. Menggunakan nomor punggung 28, Pedri mencatatkan debutnya di tim senior pada 18 Agustus ketika timnya kalah 0-1 dari SD Huesca. Saat itu Pedri berusia 16 tahun, delapan bulan, dan 24 hari.

Tak butuh waktu lama bagi tim-tim lain untuk melihat betapa bagusnya Pedri dan FC Barcelona adalah yang berhasil mendapatkan tanda tangannya. Los Cules mengumumkan kedatangannya pada September 2019. Kemudian, Pedri bergabung dengan klub Catalan tersebut setelah musim 2019-2020 berakhir.

Musim 2019-2020 menjadi musim tak terlupakan bagi Pedri. Tak hanya itu adalah musim pertamanya bermain di sepak bola senior, namun ia mencatatkan 35 penampilan – lebih dari yang ia bayangkan – dengan catatan tiga gol dan tujuh asisst.

"Ia adalah seseorang dengan kemampuan jauh di atas usianya. Seseorang yang memiliki kemampuan seperti pemain berpengalaman,” kata Presiden Juventud Laguna, Julio Hernandez. “Saya pikir Pedri adalah sebuah anugerah bagi sepak bola Spanyol,” sanjung Pepe Mel.

Barcelona memiliki masa depan cerah mengingat saat ini mereka memiliki banyak pemain muda berbakat, seperti Ansu Fati, Riqui Puig, dan Ronald Araujo. Namun, tidak ada yang memiliki sinar seperti Pedri, terutama setelah penampilannya di Piala Eropa 2020.

Sumber: LaLiga

Simak Rangkuman keseruan Piala Eropa 2020 di sini