BolaSkor.com - Manchester United dikabarkan mendapatkan kata sepakat dari direktur olahraga dan komunikasi Lokomotiv Moskow, Ralf Rangnick, untuk menjabat sebagai manajer interim. Lantas, bagaimana gaya bermain tim yang diasuh pria 63 tahun tersebut.

Ralf Rangnick adalah pelatih yang punya jam terbang cukup tinggi. Meskipun saat ini bekerja di belakang layar, Rangnick sudah menekuni dunia kepelatihan sejak 1983. Ketika itu, ia menjadi pemain sekaligus pelatih di Viktoria Backnang.

Sejak saat itu, Rangnick berkelana ke sejumlah klub seperti Stuttgart, SSV Reutlingen, Hannover 96, FC Schalke 04, TSG Hoffenheim, dan RB Leipzig. Ketika terakhir kali menjadi manajer Leipzig pada 2019, Rangnick melakoni 52 pertandingan dengan rata-rata poin per laga mencapai 1,92.

Pada kariernya sebagai pelatih yang panjang tersebut, Rangnick memiliki satu ciri khas yakni pressing tinggi. Bahkan, Rangnick disebut-sebut sebagai guru dari taktik gegenpressing yang saat ini digunakan Jurgen Klopp di Liverpool.

Baca Juga:

Sepakat, Ralf Rangnick Terima Tawaran Jadi Manajer Interim Manchester United

Alasan Kuat Manchester United Tak Perlu Tunggu Akhir Musim untuk Gaet Pochettino

Pochettino Hadirkan Dilema Besar untuk Manchester United

Selain itu, Rangnick juga berperan dalam filosofi melatih Thomas Tuchel. Bahkan, pada musim 2020-2021, ada tujuh pelatih di Bundesliga yang pernah bekerja dengan atau di bawah Ralf Rangnick. Tak heran, ia dijuluki The Godfather of German Coaching.

"Ini adalah taktik sepak bola yang cepat, proaktif, menyerang, menarik, menghibur, dan mengandalkan serangan baik. Kami akan menekan dengan tinggi dan intens," jelas Rangnick seperti dilaporkan Mirror.

"Ketika menguasai bola, kami tidak menyukai back-pass. Kiper juga pantang menjadi pemain yang paling banyak melakukan kontak dengan bola."

Untuk mendukung taktiknya tersebut, Rangnick menerapkan formasi yang tak biasa yakni 4-2-2-2. Ketika masih menukangi RB Leipzig, Rangnick mengembangkan penempatan posisi para pemainnya berdasarkan formasi klasik 4-4-2 diamond.

"Kami memutuskan bermain dengan formasi yang tidak pernah digunakan tim di Jerman dan Austria. Kami tampil dengan empat bek, dua nomor enam dengan satu pemain lebih seperti nomor delapan, dua nomor 10, dan dua penyerang. Hasilnya, kami fantastis dan membuat tim lain kesulitan menyerang."

Seperti namanya, kunci dari keberhasilan taktik Rangnick adalah pressing tinggi. Para penyerang juga dituntut menekan ketika lawan sedang memegang bola. Dengan begitu, aliran bola dari musuh menjadi tidak maksimal.

Saat ini, Fred adalah pemain Manchester United yang paling sering melakukan pressing. Statistik mencatat, Fred 224 kali menerapkan pressing di Premier League. Pada posisi kedua terdapat Bruno Fernandes dengan 205 pressing.

Selain taktik di lapangan, Rangnick juga mengambil peran besar dalam memilih pemain. Rangnick dikenal punya insting jempolan dalam membaca bakat para pemain.

Oleh karena itu, Rangnick mengajukan syarat untuk bisa menjadi konsultan ketika kontraknya sebagai manajer interim usai pada akhir musim ini. Kabarnya, Man United setuju dan siap memberikan masa bakti dua tahun untuk Rangnick.

Dengan jabatan tersebut, Rangnick bisa berperan dalam transfer Manchester United. Rangnick akan bertugas mencari pemain berpotensi untuk memperkuat The Red Devils.