BolaSkor.com - Liverpool dan Real Madrid akan saling berhadapan pada final Liga Champions 2021-2022, di Stadion Stade de France, Minggu (29/5). Rupanya, stadion itu memiliki perjalanan panjang dan sejumlah fakta menarik seperti di bawah ini.

Stade de France dibangun pada 2 Mei 1995 dengan satu tujuan khusus. Prancis yang ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 1998 membutuhkan stadion yang mencerminkan kebesaran sepak bola di sana. Walhasil, Stade de France dibangun dengan kapasitas melebihi 80 ribu kursi.

Proyek tersebut dikomandoi empat arsitek yakni Michel Macary, Aymeric Zublena, Michel Regembal, dan Claude Constantini. Mereka merupakan bagian dari CR SCAU Architecture.

Baca Juga:

Final Liga Champions: Jurgen Klopp Ubah Wajah Sepak Bola Eropa

Final Liga Champions: Tak Tertekan, Benzema Tuturkan Cara Kalahkan Liverpool

Liverpool Pikir Mereka Sudah Menang Atas Real Madrid

Stade de France dibangun di Saint-Denis yang terletak di bagian utara Paris atau sekitar 9,4 kilometer dari pusat kota. Letaknya memang sedikit minggir karena sudah tidak ada lahan di pusat kota Paris.

Pada awal pembangunan, Stade de France disebut sebagai Grand Stade. Namun, pada 4 Desember 1995, pemerintah Prancis memilih nama Stade de France yang merupakan saran dari legenda sepak bola Les Bleus, Michael Platini.

Sejak rampung, Stade de France biasa dipilih sebagai markas tim nasional sepak bola Prancis. Selain itu, tim nasional rugby Prancis juga pernah menjadikan Stade de France sebagai markas.

Stade de France juga pernah menjadi panggung hajatan olahraga internasional seperti Piala Dunia, Piala Konfederasi, Piala Eropa, hingga Piala Dunia Rugby.

Sejatinya, Stade de France bukanlah tempat yang ditunjuk akan menjadi saksi bisu final Liga Champions musim ini. Sebelumnya, Gazprom Arena yang berada di Rusia yang menjadi tempatnya. Namun, karena invansi yang dilakukan Rusia ke Ukraina, tempat laga pun diubah.

Ini bukan pertama kalinya Stade de France menjadi arena final Liga Champions. Sebelumnya, stadion yang memiliki atap megah itu pernah menggelar final Liga Champions pada 2000 dan 2006. Menariknya, kedua melibatkan dua tim asal Spanyol yakni Real Madrid, Valencia, dan Barcelona.

Pada 2000, Madrid bersua Valencia di laga puncak. El Real menang meyakinkan dengan skor 3-0. Sementara itu, enam tahun berselang, giliran Barcelona yang menantang Arsenal. Hasilnya, Barca menutup laga dengan keunggulan 2-1.

Pertanyaan berikutnya adalah mampukan Madrid mempertahankan supremasi tim Spanyol di Stade de France?