BolaSkor.com - Kabar mengejutkan datang dari Newcastle United di tengah pandemi virus corona. Newcastle diprediksi akan segera berganti kepemilikan klub setelah bertahun-tahun saham besar klub dijual oleh Mike Ashley, pemilik klub saat ini.

Pemilik baru itu adalah PCP Capital Partners yang dipimpin oleh Amanda Staveley. Di balik PCP ada andil putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman yang memberikan dukungan finansial kepada PCP.

Amanda Staveley (CEO PCP) akan menjadi penengah yang akan mengurusi proses akuisisi tersebut. Melalui PIF (Public Investment Fund) yang notabene milik negara, Pangeran Salman akan membeli 80 persen saham Newcastle.

Sisa 10 persen dimiliki Staveley dan 10 persen lagi oleh dua bersaudara pengusaha Simon dan David Reuben. Meski mendapatkan batu ganjalan dalam proses akuisisi itu dengan rumor catatan ham di Arab Saudi, serta pemegang hak siar Premier League, proses perampungan kepemilikan itu disinyalir berlanjut.

Baca Juga:

Pemegang Hak Siar Premier League Coba Gagalkan Akuisisi Newcastle United

3 Dampak Besar yang akan Terjadi jika Newcastle United Diakuisisi PCP Partners

Selangkah Lagi Newcastle United Akan Ganti Pemilik

Saint-James Park stadion Newcastle United
Saint-James Park, stadion Newcastle United

Fans sudah mulai berandai-andai jika pengambilalihan itu benar terjadi, mulai dari potensi pelatih top datang diikuti pemain-pemain bintang hingga potensi kembali jadi kekuatan baru di Inggris seperti Manchester City.

Seperti diketahui, Newcastle dahulu pernah tenar ketika masih diperkuat pemain-pemain seperti Alan Shearer, Shay Given, Les Ferdinand, David Ginola, Paul Gascoigne, dan Kevin Keegan.

Sebuah film berjudul "Goal! The Dream Begins" karya Danny Cannon juga terinspirasi oleh nama besar Newcastle dan Saint James Park, stadion klub. Jadi wajar jika fans mulai bermimpi.

Ketika akuisisi telah berakhir nanti dan klub berganti pemilik, Pangeran Salman kabarnya akan menunjuk Yasir Al-Rumayyan sebagai Presiden Newcastle. Namanya masih asing di telinga pecinta sepak bola dunia. Wajar.

Naluri Bisnis Kuat

Yasir Al-Rumayyan
Yasir Al-Rumayyan

Yasir Al-Rumayan memang tidak berkecimpung di dunia sepak bola sebelumnya. Lulusan sekolah bisnis Harvard adalah tangan kanan kepercayaan Pangeran Salman. Nalurinya dalam berbisnis tidak diragukan lagi.

Lima tahun setelah ditunjuk sebagai pemimpin PIF pada 2015, Al-Rumayan mampu mengamankan aset senilai 264 triliun poundsterling, menjadikan mereka sebagai penghimpun dana terbesar di dunia.

Misi untuk membawa Arab Saudi bebas dari ketergantungan minyak pada 2030 bisa terealisasi jika melihat catatannya itu.

Al-Rumayyan juga menjadi anggota direksi perusahaan teknologi global Uber dan Saudi Aramco, salah satu perusahaan terbesar di dunia menurut Bloomberg dan juga perusahaan paling menguntungkan. Saudi Aramco bergerak di bidang perminyakan.

Dengan kejeliannya mengatur bisnis dan menjaga finansial perusahaan tetap sehat, Al-Rumayyan diharapkan Pangeran Salman bisa menjadi kepanjangan tangannya di Newcastle dan menjaga finansial klub.

Menangani klub bisa jadi lebih rumit karena banyaknya pengeluaran untuk staf, pelatih, belum lagi dengan pemain-pemain berstatus bintang Eropa. Kehadiran Al-Rumayyan diharapkan bisa menyeimbangkannya.

Golf

Yasir Al-Rumayyan bermain golf
Yasir Al-Rumayyan bermain golf

Stigma golf olahraga orang kaya tampak masih belum berubah sampai saat ini. Al-Rumayyan juga hobi golf dengan catatan 12 di bawah par dalam kariernya. Dia juga memimpin asosiasi golf Golf Saudi.

Salah satu event golf yang dibuatnya adalah agenda golf wanita profesional pertama di Arab Saudi bernama "The $1m Saudi Ladies International". Agenda itu diagendakan ulang pada 8-11 Oktober 2020 karena virus corona.

Turnamen itu menjadi salah satu agenda olahraga yang diadakan negara-negara teluk selain tinju antara Anthony Joshua kontra Andy Ruiz Junior, Piala Super Spanyol, dan balapan kuda Piala Saudi. Bahkan Arab Saudi mengagendakan Formula One (F1) pertama pada 2023.

Tanpa pengetahuan sepak bola, namun memiliki insting bisnis yang kuat, Yasir Al-Rumayyan bisa menjadi seperti Ed Woodward (CEO Manchester United), Ivan Gazidis (CEO AC Milan), dan Daniel Levy (Pemilik Tottenham Hotspur) dengan cara mereka menangani klub di Newcastle United