BolaSkor.com - Aksi maestro-maestro lapangan pertandingan (biasanya berposisi sebagai gelandang) merupakan salah satu hal yang dinanti dalam dunia sepak bola, khususnya di turnamen besar seperti Piala Eropa.

Dengan skill yang mereka miliki, kemampuan mengontrol bola, mengoper bola, pengalaman, serta mentalitas pemain juara atau 'besar' mereka dapat mengubah jalannya pertandingan dalam kurun waktu cepat.

Permainan mereka biasanya elegan dan dapat dinikmati pecinta sepak bola Eropa. Peran para maestro tersebut seperti halnya penyerang yang mencetak gol, kiper yang melakukan penyelamatan gemilang, hingga bek dengan tekel dan blok bola krusial.

Baca Juga:

5 Kuda Hitam Paling Menjanjikan di Piala Eropa 2020

5 Rekor yang Bisa Dipecahkan Cristiano Ronaldo di Piala Eropa 2020

7 Pemain yang Bisa Pensiun Usai Piala Eropa 2020

Kali ini BolaSkor.com akan mengenang aksi terbaik para gelandang papan atas Eropa di perhelatan Piala Eropa, siapa saja?

1. Zinedine Zidane

Piala Eropa 2000 berlangsung di Belgia dan Belanda. Prancis melaju jauh hingga menjadi juara dengan mengalahkan Italia dengan skor 2-1 di final. Bintang skuad Les Bleus? Dari belakang ke depan Prancis memiliki pemain-pemain top.

Namun jika harus menilik satu nama di antara Didier Deschamps, Marcel Desailly, Lilian Thuram, dan Thierry Henry, maka sosok Zinedine Zidane dikedepankan. Pemain bernomor punggung 10 benar-benar 'menyihir' Eropa dengan kontrol bolanya.

Pada semifinal melawan Portugal (Prancis menang 2-1) aksi Zidane membuat para pemain Portugal terdiam, tak bisa merebut bola darinya. Pada akhirnya Zidane menentukan kemenangan Prancis dari penaltinya di menit 117.

2. Xavi Hernandez

Medio awal 2010-an merupakan era kejayaan sepak bola Spanyol. Sepak bola tiki-taka menggila di Barcelona, timnas Spanyol juara Piala Eropa 2008 (dan kemudian 2012) serta satu Piala Dunia 2010 berkat kombinasi pemain Barcelona-Real Madrid.

Xavi Hernandez, legenda Barcelona, adalah salah satu 'oli' yang memuluskan pergerakan mesin Spanyol di tengah. Visi bermain dikombinasikan dengan kontrol bola dan operan bola yang akurat.

Dalam sekejap Xavi bisa mengubah jalannya pertandingan dengan operan bolanya, mengubah penguasaan bola jadi transisi serangan cepat yang mengejutkan lawan. Dia memperlihatkannya pada final Piala Eropa 2012 melawan Italia.

Spanyol menang telak 4-0 dan duetnya dengan Andres Iniesta menguasai lini tengah permainan, meski Italia punya maestro sepak bola lainnya dalam diri Andrea Pirlo.

3. Andrea Pirlo

Legenda AC Milan dan Juventus belakangan jadi sorotan karena kehilangan pekerjaan sebagai pelatih Juventus. Tetapi kala masih aktif bermain Andrea Pirlo maestro lapangan tengah. Tidak diragukan lagi.

Operan bola, visi bermain, serta caranya membaca permainan sebagai gelandang jangkar (pivot) merupakan pemain dengan tipe pengatur serangan (playmaker). Itulah Andrea Pirlo.

Pada akhirnya kariernya dengan timnas Italia di Piala Eropa 2012, Pirlo memperlihatkan kelasnya ketika Italia mengalahkan Jerman dengan skor 2-1 di semifinal via dua gol Mario Balotelli.

4. Bernd Schuster

Mantan pemain Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid. Pada usia 20 tahun Bernd Schuster sudah menyihir Eropa pada Piala Eropa 1980 kala membawa Jerman Barat menang 3-2 atas Belanda di fase grup.

Tiga gol memang lahir dari Klaus Allofs (hat-trick), tetapi Schuster mencuri perhatian. Dengan rambut pirang, permainan agresif, kecepatan, Schuster mengubah jalannya pertandingan hingga Belanda tak bisa menghentikannya. Jerman Barat pada akhirnya juara Piala Eropa 1980.