BolaSkor.com - Pada 16 Mei 2004, Roberto Baggio memainkan pertandingan terakhirnya. Laga AC Milan melawan Brescia di Stadion San Siro menjadi panggung terakhir sang legenda.

"Da quando Baggio non gioca più non è più domenica," demikian kalimat dari Cesare Cremonini, seorang pencipta lagu ternama Italia. Kalimat yang berarti "Karena Baggio tidak lagi bermain, ini bukan lagi hari Minggu."

Selama bertahun-tahun, kata-kata Cesare Cremonini telah membangkitkan kenangan yang manis. Mengingatkan kembali kepada orang yang dianggap sebagai pemain Italia terbesar sepanjang masa.

Baca Juga:

Nostalgia - Gol Sundulan Jadi Salam Perpisahan Zidane Kepada Publik Santiago Bernabeu

Mengenal Yasir Al-Rumayyan, Calon Pemilik Baru Newcastle United Kepercayaan Pangeran Salman

Megan Rapinoe, Pejuang Emansipasi Perempuan dari Sepak Bola

Tanggal 16 Mei 2004 menandai berakhirnya era sepak bola Italia. Seorang juara abadi yang mampu membuat jutaan orang Italia bermimpi, jatuh cinta pada kuncirnya.

Emosi kental terasa pada hari perpisahan. Sambutan yang diterima Roberto Baggio di San Siro seakan mewakili kecintaan publik kepada pemain
yang sudah melakoni 488 pertandingan dengan 218 gol.

"Hal yang paling membuat saya bersemangat adalah tepuk tangan yang San Siro berikan kepada saya. Stadion penuh, kasih sayang semua orang menemani saya di detik-detik terakhir di lapangan," ujar pemain berjuluk Il Divin Codino tersebut.

Dari Vicenza ke Brescia, melewati Fiorentina, Juventus, Milan, Bologna, dan Inter. Jersey boleh berbeda, sementara Baggio berhasil menyatukannya. Karena Divin Codino adalah milik semua orang. Tanpa diragukan lagi, Baggio adalah pemain yang paling dicintai di setiap garis lintang negara.

"Ketika meninggalkan lapangan, saya berkata pada diri sendiri; Roberto semuanya sudah selesai. Sekarang sudah benar-benar berakhir."

"Saya mengucapkan selamat tinggal kepada publik, semua San Siro berdiri. Saya melihat anak-anak, anak dan ayah menangis. Saat itulah saya mengerti betapa banyak orang yang mencintai saya," kata Baggio.

Untuk terakhir kalinya, orang menyakiskan aksi nomor 10. Sang kapten Brescia acap tertegun mendengar jeritan penonton dalam stadion.

Sudah 16 tahun sejak Divin Codino berhenti menerangi stadion, 16 tahun yang bukan lagi hari Minggu.