BolaSkor.com - Kekalahan 2-3 dari Norwich City pada pekan kelima Premier League semakin memunculkan tanda tanya di kubu Manchester City. Pertanyaan tersebut terkait dengan lini pertahanan mereka.

Dari tiga gol Norwich, dua di antaranya bisa mencerminkan betapa rapuhnya benteng pertahanan tim besutan Pep Guardiola tersebut. Satu gol datang dari skema sepakan sudut dan lainnya bermula dari blunder Nicolas Otamendi.

Otamendi bermain untuk mengisi posisi Aymeric Laporte yang harus menepi lama karena cedera. Laporte diperkirakan akan absen hingga Januari atau Februari tahun depan.

Baca Juga:

Sergio Aguero-David Silva, Pasangan Maut Premier League

Langgar Aturan FIFA, Manchester City Bebas dari Hukuman

Ketika Manchester City Beri Penghormatan untuk Skena Musik di Kota Manchester Era 1980an

Memang selama ini Man City disebut memiliki tim yang memiliki kedalaman luar biasa. Bahkan City disebut memiliki dua tim yang sama-sama mampu menjuarai Premier League. Akan tetapi kenyataan berkata lain, paling tidak untuk posisi bek tengah.

Saat ini, Otamendi merupakan satu-satunya bek tengah City yang dalam kodisi fit. City masih berharap John Stone bisa segera kembali ke kondisi prima. Meskipun Stone bisa kembali fit, City harus mengarungi laga-laga penting hanya mengandalkan Otamendi dan Stone di jantung pertahanan.

Saat laga melawan Norwich, meski tidak diakui oleh Guardiola, City jelas kehilangan sosok Laporte. Bek asal Prancis itu sudah menjadi pilar terpenting di lini belakang City, terlebih setelah ditinggal Vincent Kompany.

Seberapa penting sosok Laporte? Laga melawan Tottenham Hotspur di ajang Liga Champions bisa menjadi gambaran. Pada laga itu Laporte melakukan dua kesalahan fatal. Dari dua kesalahan itulah Spurs mampu mencetak gol dan akhirnya menyingkirkan City.

Ya, City tergantung kepada Laporte. Tanpa kehadirannya, lini pertahanan City menjadi rapuh. Masalah serupa juga hadir jika Laporte sedang tampil buruk. Saat disingkirkan Spurs, Guardiola tetap mempertahankan Laporte meski tampil jelek. Semua itu karena Guardiola tidak memiliki opsi yang lebih baik.

Data Berbicara

Sejak didatangkan pada Januari 2018, Laporte sudah tampil 4.171 menit di Premier League, jauh lebih banyak dibandingkan pemain-pemain City lainnya. Meski Guardiola dikenal dengan rotasi pemain, Laporte hampir selalu menjadi pilihan utama.

Kepercayaan Guardiola kepada Laporte bisa dibenarkan. Pasalnya, Laporte merupakan tembok kokoh bagi City. Total 130 sapuan berhasil dicatatkannya, terbanyak di City. Laporte juga menjadi pemain dengan tekel terbanyak di City dengan 54 kali. Dalam urusan memotong bola, Laporte juga yang paling banyak dengan 58 intersepsi. Masih ada lagi, Laporte juga memiliki catatan paling tinggi di City dalam memenangi duel udara. Bisa disimpulkan, Laporte adalah bek tengah yang bisa melakukan segalanya.

Guardiola selalu menjadikan kemampuan mendistribusi bola sebagai syarat bagi pemainnya. Karena itulah Laporte didatangkan. Sejak debut bersama City, Laporte sudah melepaskan 3.820 umpan yang tepat sasaran. Jumlah yang sekali lagi merupakan terbanyak dibandingkan pemain City lainnya.

Luar biasanya, umpan yang dilepaskan tidak sembarang melepaskan bola. Laporte tercatat sudah melepaskan 460 umpan yang menjadi kunci dari penyerang Man City. Lagi-lagi itu merupakan catatan tertinggi di City.

Akan menarik ditunggu bagaimana Manchester City mengakali absennya Laporte. Jika melihat hasil laga melawan Norwich, mereka belum berhasil menemukan jawabannya.