BolaSkor.com - 111 tahun berlalu sejak Atalanta didirikan pada 17 Oktober 1907. La Dea (Sang Dewi) - julukan Atalanta - lebih banyak berkutat dengan kesemenjanaan: mapan di papan tengah Serie A, berada di Serie B dan nyaris degradasi.

Intinya, Atalanta hanya tim papan tengah. Kendati demikian, tim papan tengah juga memiliki mimpi besar. Layaknya seorang anak petani yang bermimpi jadi presiden, Atalanta juga menjaga mimpi untuk berada di jajaran tim-tim elit.

Proyek mereka untuk mewujudkan mimpi itu sudah dimulai tiga tahun lalu. Manajemen menunjuk Gian Piero Gasperini sebagai pelatih kepala dan kemudian, staf teknik mereka menggunakan uang dengan bijak di bursa transfer pemain.

Andrea Conti dan Roberto Gagliardini dijual, Atalanta mendapatkan Hans Hateboer, Duvan Zapata, Timothy Castagne, dan Josip Ilicic. Jaringan pemandu bakat Atalanta merekrut pemain sesuai kebutuhan tim dan pada harga yang masuk akal.

Baca Juga:

Ingat Atalanta, di Liga Champions Tak Cukup Hanya Bermodal Semangat

7 Fakta Menarik Setelah Serie A 2018-2019 Berakhir

Hasil Serie A: Atalanta dan Inter Milan ke Liga Champions 2019-2020

Strategi transfer Atalanta itu, di dunia sepak bola modern ini, patut diacungi jempol. Jajaran direksi tahu bagaimana cara membentuk skuat yang dapat menunjang strategi bermain Gasperini dan yang paling penting lagi, para pemain punya hasrat besar berkembang.

Atalanta

Kesabaran dalam menekuni sebuah proses mengantarkan Atalanta pada sebuah ukiran sejarah: lolos ke Liga Champions 2019-20. Pertama kali dalam sejarah klub mereka lolos ke turnamen antarklub terbaik dunia tersebut.

Tak peduli apapun yang terjadi musim depan, entah Atalanta bisa jadi kuda hitam atau kesulitan bersaing di Liga Champions, ukiran sejarah La Dea sangat fantastis musim ini. Sang Dewi benar-benar tersenyum dan melindungi mereka.

"Atalanta cerita dongeng yang sangat hebat. Di urutan tiga klasemen (Serie A), perjalanan yang sangat hebat di Liga Champions, sebuah tim dengan finansial kecil dan acapkali menjual pemain terbaik mereka di bursa transfer. Gasperini manajer terbaik musim ini," ucap analis ESPN, Matteo Bonetti.

Atalanta tidak terkalahkan di liga dalam tiga bulan terakhir, mengakhiri musim di tiga besar dalam kurun waktu 58 tahun, dan mereka sukses meraih poin dari tim-tim seperti: Juventus, Inter Milan, Napoli, AS Roma, dan AC Milan.

Rekor gol juga mereka ciptakan melalui catatan 77 gol yang bahkan lebih baik dari Juventus, juara Serie A delapan kali beruntun. Sensasi Atalanta musim ini tidak kalah populer dari narasi keberadaan Cristiano Ronaldo di Serie A bersama Juventus.

Megabintang asal Portugal peraih lima titel Liga Champions itu dibeli dari Real Madrid seharga 100 juta euro dan punya gaji bersih 31 juta euro - setara Rp 500 miliar.

Sementara Atalanta, dikutip dari La Gazzetta della Sport per September 2018, mengeluarkan 27 juta euro atau setara Rp 435 miliar untuk membayar skuat tim.

Pada beberapa kesempatan, pembicaraan soal kejutan yang dihadirkan Atalanta dengan mencapai final Coppa Italia - menyingkirkan Juventus, bersaing di papan atas klasemen, hampir setara porsinya dengan pemberitaan CR7. Menarik.

Lantas, apa yang menjadi kekuatan utama Atalanta di musim ini? Mereka telah jadi tim penganggu papan atas beberapa musim lalu, tapi, tidak sehebat sekarang ini. Berikut ulasannya.