BolaSkor.com - Manchester United tengah berada di titik nadir usai kekalahan 0-5 dari Liverpool di Premier League. Kekalahan itu terjadi di Old Trafford dan memberikan aib bagi Red Devils, mengingat itu diberikan oleh rival abadi.

Parahnya lagi United tak berdaya meladeni permainan United dan tidak memiliki hasrat untuk setidaknya merebutkan bola. Situasi itu diperparah dengan kartu merah Paul Pogba yang baru bermain di babak kedua.

Sorotan langsung mengarah kepada Ole Gunnar Solskjaer, manajer yang sudah melatih klub sejak Desember 2018 menggantikan Jose Mourinho. Sempat muncul kabar ia akan dipecat selepas laga itu, United nyatanya masih mempertahankannya.

Baca Juga:

Solskjaer dan Paul Pogba Terlibat Perang Dingin?

Cerita Fans kala Tinggalkan Old Trafford di Babak Pertama MU Vs Liverpool

Manchester United Terlalu Besar untuk Dilatih Solskjaer

Sejak Desember 2018 Man United tak memenangi trofi di bawah asuhan pelatih asal Norwegia. Padahal manajemen sudah memanjakannya dengan merekrut pemain-pemain baru untuk menambah kedalaman dan kualitas skuad.

Pada musim panas 2021 manajemen kembali memberikannya pemain dari Tom Heaton, Jadon Sancho, Raphael Varane, hingga Cristiano Ronaldo. Performa United masih angin-anginan dan terlalu dini menilai performa mereka saat ini.

Akan tapi bagaimana dengan rekrutan lainnya di era Solskjaer? Berikut BolaSkor menilai performa mereka dan menempatkannya sesuai urutan:

10. Donny van de Beek

Direkrut pada 2020 seharga 35 juta poundsterling dari Ajax Amsterdam. Saat membela Ajax Van de Beek dibidik banyak klub karena talentanya bermain sebagai box to box, tapi seketika itu hilang di United.

Bukan salah Van de Beek, sebab pemain berusia 24 tahun memang jarang diberi kans tampil oleh Solskjaer. Van de Beek - menilik data Transfermarkt - baru bermain 39 kali dengan torehan satu gol dan dua assists.

9. Odion Ighalo

Direkrut pada Januari 2020 sebagai bala bantuan karena krisis penyerang Man United. Odion Ighalo jadi pemain yang dapat diandalkan Solskjaer dan selalu memberikan segalanya saat dipercaya tampil.

Tak pernah mencetak gol di Premier League, tapi Ighalo mencetak beberapa gol di Piala FA dan juga Liga Europa, sebelum akhirnya dilepas dan kini memperkuat Al-Shabab di Arab Saudi.

8. Daniel James

Winger asal Wales direkrut dari Swansea City pada 2019. Digadang-gadang punya masa depan cerah di United, Daniel James tak sepenuhnya berkembang maksimal dan Solskjaer hanya memainkannya kala ingin menerapkan rotasi.

Dengan 74 penampilan serta sembilan gol dan sembilan assists, James (23 tahun) dilepas ke Leeds United pada musim panas 2021.

7. Amad Diallo

Rekrutan mahal United dari Atalanta pada musim 2020-2021 sebesar 21,3 juta euro. Amad Diallo (19 tahun) sempat dimainkan oleh Solskjaer delapan kali dengan torehan satu gol dan satu assist.

Menilik usia yang masih muda masih ada kans Diallo berkembang, tapi masuk ke dalam tim utama United saat ini masih sulit dilakukannya. Ada kans Diallo dipinjamkan ke tim lain.

6. Alex Telles

Man United merekrut Alex Telles dari Porto pada musim 2020-2021 sebesar 15 juta euro. Masuknya Telles jadi hal positif bagi Luke Shaw karena adanya persaingan kompetitif di antara kedua pemain itu.

Sayang, Telles hanya jadi pelapis bagi Shaw dan baru tampil 26 kali dengan catatan satu gol dan empat assists. Itu memunculkan rumor hengkangnya dari United.

5. Facundo Pellistri

Direkrut bersamaan dengan Edinson Cavani pada musim 2020-2021. Pellistri datang dari Penarol sebesar 8,5 juta euro dan saat ini pemain berusia 19 tahun, yang berposisi sebagai winger kanan dipinjamkan ke Deportivo Alaves.

Solskjaer belum memberinya kans tampil di tim utama dan Pellistri baru bermain delapan kali, menorehkan tiga gol dan memberi satu assist di tim U-23 Man United.

4. Aaron Wan-Bissaka

Investasi United kala merekrut Aaron Wan-Bissaka dari Crystal Palace pada 2019 mencapai angka 55 juta euro. Dari segi waktu bermain reguler Wan-Bissaka pembelian bagus, karena posisi bek kanan sudah paten ditempatinya.

Akan tapi masih ada beberapa aspek yang dapat dikembangkan pemain berusia 23 tahun, khususnya dalam mengirim umpan silang dan bermain ofensif. Sebab selama ini Wan-Bissaka hanya bagus dalam bertahan serta duel satu lawan satu.

3. Edinson Cavani

Usianya tak lagi muda (34 tahun), tapi di musim perdananya dengan United (2020-2021) Edinson Cavani memberikan elemen yang kurang di lini depan. Sosoknya berbahaya dengan atau tanpa bola serta target man ideal.

Cavani sudah tampil 45 kali dengan catatan 17 gol dan enam assists. Kini ia bersanding dengan Cristiano Ronaldo di lini depan United.

2. Harry Maguire

Man United menjadikannya bek tengah termahal dunia pada harga 87 juta euro kala direkrut dari Leicester City pada 2019. Harry Maguire langsung jadi pilihan utama Solskjaer di jantung pertahanan United.

Maguire memang tampil reguler di lini belakang United, tapi hal itu juga yang menjadikannya bak anak emas Solskjaer, sebab di beberapa momen performanya buruk tapi Solskjaer tetap memercayainya bermain. Memberinya ban kapten semakin menjadi pertanyaan karena ia baru datang ke United.

1. Bruno Fernandes

Rekrutan terbaik Solskjaer. Man United memboyong Bruno Fernandes dari Sporting Lisbon pada Januari 2020 sebesar 63 juta euro. Kontribusi Fernandes lengkap dengan torehan gol serta jumlah assist-nya.

Dengan 44 gol dan 31 assists dari 93 laga bersama United, Fernandes merupakan rekrutan terbaik United di era Solskjaer dan selalu jadi andalan pada posisi gelandang serang.