BolaSkor.com - Laga uji coba pramusim kedua telah dimainkan Manchester United. Usai mengalahkan Liverpool 4-0 di Bangkok, Thailand, Red Devils menang 4-1 atas Melbourne Victory di Melbourne Cricket Ground, Jumat (15/07) sore WIB.

Sempat tertinggal 0-1 dari gol Chris Ikonomidis (5'), Man United perlahan bangkit dan berbalik menang dari gol Scott McTominay (43'), Anthony Martial (45+1'), Marcus Rashford (78'), dan gol bunuh diri Edmond Lupancu (90').

Man United dominan dengan 76 persen penguasaan bola, melepaskan 18 tendangan dan lima tepat sasaran. Tapi yang menarik dari laga itu tidak hanya tentang kemenangan atau permainan Man United, tapi juga performa Harry Maguire.

Bek asal Inggris tampil untuk pertama kali di bawah arahan Erik ten Hag, khususnya setelah dipastikan tetap jadi kapten tim. Maguire bermain selama 45 menit di laga itu dan bertandem dengan Victor Lindelof.

Baca Juga:

Barcelona Sepakat Jual Frenkie de Jong ke Manchester United

Datangnya Ten Hag Tak Memudahkan Situasi Van de Beek di Manchester United

Betapa Intensnya Sesi Latihan Manchester United

Menilik informasi yang dimuat Mirror berikut hal-hal menarik dari performa atau mengenai Maguire di laga tersebut.

Lisandro Martinez Merapat

Musim lalu Maguire banyak bermain sebagai bek tengah-kiri dan berduet dengan Lindelof atau Raphael Varane. Kontra Melbourne ia digeser ke kanan dan Lindelof di kiri. Ada indikasi Ten Hag ingin menandemkan Lisandro Martinez dengan Maguire.

Martinez bek berkaki kidal dan akan bermain di kiri dengan kualitas membangun serangan baik dari kedalaman. Kendati ada indikasi Maguire bertandem dengan Martinez namun ia tak bisa lengah, sebab posisinya bisa saja diganti Varane atau Eric Bailly.

Ten Hag Tidak "Buta"

Gol pertama Melbourne tercipta dari serangan balik cepat di sisi sayap, pemain meninggalkan pertahanan Man United dan memberikan umpan silang yang dikonversi jadi gol oleh Ikonomidis.

Saat itu terjadi Lindelof dan Maguire kalah sprint dengan pemain-pemain ofensif Melbourne, plus menempatkan posisi di tempat yang tidak pas. Ten Hag tidak "buta" dan ia tahu itu kesalahan di sisi bertahan, juga tim secara menyeluruh karena tak bisa menghentikan serangan Melbourne.

Kesalahan itu sering terjadi musim lalu dan bak deja vu terjadi kembali. Maguire harus segera berbenah menatap musim baru.

Sisi Positif

Maguire kembali jadi sorotan dari rapuhnya pertahanan Man United tidak mengherankan lagi, terutama dengan kesalahan yang dilakukannya. Tapi tetap ada nilai positif dari penampilannya di Australia tersebut.

Maguire cukup ideal dengan permainan penguasaan bola Ten Hag, menjaga ritme dengan operan bolanya hingga permainan Man United terus berlanjut. Nilai plus tentunya untuk Maguire.