BolaSkor.com - Merekrut pemain pada jendela atau bursa transfer musim dingin itu susah-susah gampang. Tidak banyak pemain bagus tersedia dan pelatih seringkali tak mau berisiko merekrutnya karena sang pemain akan membutuhkan proses adaptasi.

Tak ayal bursa transfer musim dingin seringkali dijadikan 'pitstop' untuk menutupi area yang masih memiliki kelemahan atau mengisi pos yang ditinggal pemain karena cedera. Arsenal bukanlah klub yang hobi belanja pemain pada Januari.

Akan tapi dari era Arsene Wenger, Unai Emery, dan Mikel Arteta, Arsenal cukup sering merekrut pemain karena kebutuhan tim, khususnya selama 22 tahun dilatih Wenger dari medio 1996-2018. Tidak semuanya memberikan kontribusi besar, namun beberapa cukup sukses ketika direkrut.

Menilik beberapa nama rekrutan anyar Arsenal pada jendela transfer Januari, BolaSkor.com akan melihat lima nama top Eropa dan kontribusi mereka kepada tim. Berikut penjelasan lengkapnya:

Baca Juga:

Pierre-Emerick Aubameyang Bukan Rekrutan Terbaik Arsenal di Tengah Musim

Jengkel, Real Madrid Ultimatum Arsenal soal Transfer Pierre-Emerick Aubameyang

5 Penyerang Tertajam Arsenal Era Arsene Wenger

1. Nwankwo Kanu

Nwankwo Kanu dan Arsene Wenger

Pemain terbaik Arsenal yang direkrut pada musim dingin versi Wenger. "Mungkin Kanu (rekrutan terbaik Arsenal pada Januari). Di (transfer) tengah musim. Dia punya dampak besar dan pemain yang sangat besar," ucap Wenger kepada beIN Sports.

Striker asal Nigeria direkrut dari Inter Milan pada 1999 sebesar 4,15 juta poundsterling. Kanu bermain selama lima tahun di Arsenal dengan torehan total 44 gol dari 197 pertandingan.

Pada musim 1999-2000 Kanu menorehkan tujuh gol dan memberikan dua assists dari lima kali kesempatan bermain sebagai starter di Premier League. Kanu selalu bisa diandalkan Wenger sebagai pelapis sekaligus pesaing bagi Nicolas Anelka dan Dennis Bergkamp kala itu.

Lima tahun sudah cukup bagi fans Arsenal untuk mengelukan namanya. Kanu berada pada urutan 13 pemain terhebat Arsenal pilihan suporter. Tidak buruk untuk rekrutan yang datang pada Januari.

2. Theo Walcott

Arsene Wenger dan Theo Walcott

Produk akademi Southampton direkrut pada 2006 dan bermain selama 12 tahun dengan Arsenal. Waktu yang panjang. Kendati demikian karier Theo Walcott di Arsenal naik turun karena ia kerap cedera dan inkonsisten bermain.

Walcott meraih dua titel Piala FA dan Community Shield sebelum pergi ke Everton. Talenta pemain berusia 31 tahun tidak berkembang dengan maksimal, meski Wenger menempatkannya di posisi penyerang sayap atau striker.

3. Pierre-Emerick Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang dan Arsene Wenger

Nama yang satu ini seharusnya masuk ke dalam kategori rekrutan terbaik Arsenal di musim dingin. Arsenal merekrutnya dari Borussia Dortmund sebesar 56 juta poundsterling (kala itu rekor transfer) pada Januari 2018.

Pierre-Emerick Aubameyang langsung menjadi striker andalan di depan, sesekali menjadi penyerang sayap. Musim lalu (2018-19) Aubameyang berbagi gelar top skor Premier League dengan duo Liverpool, Mohamed Salah dan Sadio Mane dengan catatan 22 gol.

Striker berusia 30 tahun masih menjadi ujung tombak andalan di tim arahan Mikel Arteta. Tak diragukan lagi penyerang timnas Gabon salah satu rekrutan terbaik Arsenal pada musim dingin.

4. Henrikh Mkhitaryan

Arsene Wenger dan Henrikh Mkhitaryan

Sebagai bagian dalam kesepakatan transfer Alexis Sanchez ke Manchester United, Arsenal merekrut Henrikh Mkhitaryan pada Januari 2018. Pada awalnya penampilan gelandang serang asal Armenia bagus, khususnya ketika berkolaborasi dengan Aubameyang - eks rekan setim di Dortmund.

Namun pada 2019 Mkhitaryan kehilangan tempat di Arsenal dan kemudian dipinjamkan ke AS Roma sebesar tiga juta euro plus variabel senilai 100.000 euro. Pemain berusia 31 tahun kehilangan tempat bermain karena klub meminjam Dani Ceballos dari Real Madrid dan masih memiliki Mesut Ozil.

5. Andrey Arshavin

Arsene Wenger dan Andrey Arshavin

Penyerang asal Rusia diboyong Wenger ke Emirates Stadium pada 2009 dari Zenit Saint Petersburg. Kariernya sedianya tak berlangsung lama hingga 2013 dan sempat dipinjamkan kembali ke Zenit, namun Arshavin memiliki satu momen spesial.

Momen itu terjadi kala Arshavin mencetak empat gol kal Arsenal imbang 4-4 melawan Liverpool di Anfield pada April 2009. Momen itu akan selalu dikenang dalam sejarah sepak bola Inggris dan klub, meski karier Arshavin setelahnya meredup dan pensiun bermain dengan Kairat pada 2018.