BolaSkor.com - Manchester City dapat bernapas lega setelah terlepas dari hukuman larangan dua musim dari kompetisi antarklub Eropa.

Sekarang Man City dapat menantikan kembalinya Liga Champions musim ini Agustus nanti dengan aman. City lega karena mereka tahu musim ini bukanlah kesempatan terakhir bagi Pep Guardiola dan para pemain bintang untuk memenangkan trofi paling bergengsi di kancah sepak bola Eropa.

Tidak hanya itu, City juga sudah bisa memulai persiapan menghadapi musim mendatang. Jika sebelumnya City masih belum bisa bergerak untuk melakukan pembenahan tim, kini mereka memiliki lebih banyak ruang untuk bermanuver di bursa transfer.

Baca Juga:

Bebas dari Hukuman UEFA, Manchester City Urung Absen di Dua Kompetisi Eropa

Tak Ada Sergio Aguero, Raheem Sterling pun Jadi

Pep Guardiola Minta UEFA Izinkan Manchester City Tampil di Liga Champions

Ya, bukan rahasia lagi, tampil di Liga Champions merupakan salah satu faktor penting untuk menggaet pemain bintang. Kini, tidak hanya bisa mempertahankan pemain pilar yang bisa saja hengkang jika hukuman tidak dibatalkan, City juga berkesempatan mendatangkan bintang baru.

Lalu apa saja yang bisa dilakukan Man City sebagai dampak dari dibatalkannya hukuman ini?


Memenangkan Liga Champions

Satu trofi yang hilang dari koleksi City selama dekade terakhir adalah yang paling mereka inginkan, Liga Champions.

Meskipun gagal memenangkan Liga Champions sepanjang tiga tahun bersama Bayern Munchen, Pep Guardiola didatangkan sebagai bagian rencana City untuk menaklukkan Eropa.

Di City, Guardiola menghasilkan salah satu tim terbaik yang pernah dilihat sepak bola Inggris. City memenangkan dua gelar Premier League dengan catatan poin tertinggi sepanjang sejarah. City juga sukses meraih tiga Piala Liga dan satu Piala FA. Namun di Liga Champions, City tidak pernah berhasil melampaui perempat final dalam tiga musim di era Guardiola.

Sejak sepak bola di Inggris dimulai kembali bulan lalu, City telah tampil gemilang, mencetak empat atau lebih gol dalam empat dari enam pertandingan Premier League terakhir mereka. Termasuk kemenangan 4-0 atas juara baru Liverpool. Hasil yang menjadi modal besar bagi City menghadapi lanjutan Liga Champions.

Perjalanan City menuju kejayaan di Liga Champions tidak akan mudah. Mereka memulai kembali dengan leg kedua babak 16 besar melawan Real Madrid di Etihad. Tidak mudah meskipun mereka memimpin 2-1 dari leg pertama.

Jika mereka maju ke perempat final, Juventus bisa menjadi lawan mereka sebelum potensi reuni Guardiola dengan Barcelona atau Bayern Munich di empat besar.


Pembenahan Tim, Mengganti Veteran

City membuat Liverpool merana di Etihad meski datang setelah menyegel gelar Premier League dengan tujuh pertandingan tersisa. City masih 21 poin di belakang pasukan Jurgen Klopp. Artinya, pembangunan kembali tim sangat diperlukan Man City.

Pembangunan kembali tim akan jauh lebih mudah dilakukan dengan pembatalan hukuman. Pasalnya kekuatan uang tidak cukup untuk mengimingi pemain incaran untuk datang. Bagi para pemain sepak bola tampil di Liga Champions musim depan lebih menarik.

Pembatalan hukuman juga membuat City lega karena akan lebih mudah menahan pemain pilar macam Kevin De Bruyne dan Raheem Sterling. Kedua pemain ini masa depannya di City sempat menggantung menunggu hasil banding CAS.

Man City kini bisa aktif memburu pemain untuk menambal posisi yang semusim ini dianggap rentan, yaitu di lini belakang. Cedera Aymeric Laporte di awal musim menghantam City dan menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki pelapis setara. Bek tengah dan kiri menjadi prioritas City di pasar transfer.

City juga akan mulai mencari sosok yang bisa menggantikan posisi yang ditinggalkan pemain veteran macam David Silva yang akan pergi pada akhir musim. Selain Silva, City juga memantau pemain yang akan menggantikan pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa Sergio Aguero juga mendekati akhir karier.


Menjaga Guardiola

Kontrak Guardiola berakhir pada akhir kampanye 2020-21. Jika dia bertahan untuk musim kelima, itu akan menjadi yang terpanjang sepanjang kariernya. Sebelumnya, Guardiola bertahan selama empat tahun di Barcelona dan tiga bersama Bayern.

City memang ingin membangun semacam dinasti bersama Guardiola, meniru apa yang terjadi di Manchester United di era Sir Alex Ferguson. Karenanya City berusaha keras membuat Guardiola nyaman.

Pada struktur klub di luar lapangan. CEO Ferran Soriano dan direktur sepak bola Txiki Begiristain bertanggung jawab atas strategi rekrutmen klub. Mempekerjakan Soriano dan Begiristain, yang sebelumnya bekerja di Barcelona, tentu saja salah satu cara memikat Guardiola datang.

City memenangkan dua gelar Premier League bersama Guardiola. Memiliki kekuatan finansial untuk bersaing, City masih merasa perlu menjaga Guardiola tidak pergi. Pasalnya cara paling aman untuk tetap memenangkan trofi adalah dengan menahan Guardiola di klub selama mungkin.