BolaSkor.com - Timnas Portugal menjuarai Euro 2016 pada 10 Juli 2016. Pasca menjuarainya, pemain-pemain muda berbakat yang berada di dalam skuat juara itu langsung laris manis diincar klub-klub top Eropa. Salah satu pemain itu adalah Andre Gomes.

Barcelona dan Real Madrid saling sikut merebutkannya yang saat itu membela Valencia. Sekitar 10 atau 11 hari berselang dari saat Portugal menjuarai Euro 2016, Barcelona memenangi pertarungan dari Madrid dan merekrut Gomes sebesar 35 juta euro plus tambahan 20 juta euro, dengan syarat-syarat tertentu -seperti jumlah penampilan, gol, assist, dan lainnya- yang berada di klausul kontraknya.

Bergabung dengan Barca pun seakan mimpi jadi nyata untuk Gomes. Namun, disadari atau tidak, impiannya itu menjadi mimpi buruk dengan menurunnya performa Gomes. Jangankan bermain reguler di tim utama Barca, baik itu di era Luis Enrique atau Ernesto Valverde saat ini, Gomes bahkan kesulitan tampil bagus ketika bermain.

Marca, media ternama Spanyol, sampai mengeluarkan hasil jajak pendapat di antara fans yang meyakini Gomes sebagai rekrutan terburuk di musim 2016/17. Keadaan semakin bertambah keruh, karena pemain berusia 24 tahun itu baru-baru ini, mengeluarkan unek-uneknya di hadapan media atas situasi yang dihadapinya di Barcelona. Gomes sangat frustrasi dan kondisinya ini, mengancam kansnya dibawa Fernando Santos dalam skuat Portugal untuk Piala Dunia 2018.

Gomes telah tampil 29 kali musim ini dan baru mencatatkan satu assist. Namun satu dari penampilannya, pada laga teranyar melawan Leganes di La Liga, ada secercah harapan bagi Gomes untuk bisa memikat Valverde dan memainkannya lebih sering lagi. Pada pekan 31 La Liga melawan Leganes, Gomes turun sebagai starter dalam formasi 4-4-2. Ia bermain sebagai gelandang tengah, merangkap pivot (gelandang jangkar) bersama Ivan Rakitic.

Pivot, Posisi Terbaik Gomes?

Absennya Sergio Busquets menjadi berkah tersendiri untuk Gomes. Ia bermain baik bekerja sama dengan Rakitic dalam menjaga kekuatan lini tengah Barca. Memiliki kelebihan dari sisi enerji besarnya, Gomes dapat melapis lini belakang dengan baik, dan juga melakukan transisi dari bertahan ke penyerangan dengan cepat.

Gomes lebih aktif berpatisipasi dalam tiap pola serangan yang dibangun Barcelona dengan statistik penguasaan bola 7,7 persen, dan memiliki persentase operan sukses sebesar 95 persen. 73 dari 77 operannya sukses mencapai rekan setimnya.

Whoscored bahkan memberinya rating 7,4 dan jadi pemain terbaik kedua saat melawan Leganes di bawah Lionel Messi. Gomes juga menangkal serangan balik Leganes yang dimotori Nabil El Zhar dan Javier Eraso dengan baik. Melihat penampilannya itu, Gomes boleh jadi menemukan posisi bermain terbaiknya di Barcelona.

Ia bisa jadi pivot ketiga untuk Barca setelah Rakitic dan Busquets, karena satu gelandang lagi, yaitu Paulinho lebih berperan sebagai box to box dan lebih sering meninggalkan zonanya di lini tengah. Dengan perannya sebagai pivot, Gomes mampu mengembangkan kemampuannya kala membantu tim bertahan dan juga menyerang. Terlebih, pergerakan tanpa bolanya juga bagus.