BolaSkor.com - Transfer yang telah dinantikan oleh Unai Emery akhirnya rampung selesai. Denis Suarez dipinjamkan Barcelona ke Arsenal selama semusim dan dia bereuni kembali dengan Emery, sosok yang pernah melatihnya di Sevilla.

Emery jadi orang paling bahagia dengan transfer tersebut. Meski tidak semuanya mungkin berpikir se-positif Emery. Pertama, Suarez penghangat bangku cadangan di Barca. Kedua, Suarez bukanlah Isco dari segi popularitas dan profil bermain di Eropa.

Kemudian, melihat situasi sekarang, Arsenal sebenarnya lebih butuh bek tengah karena krisis cedera dan rapuhnya pertahanan yang bahkan tidak hanya terjadi musim ini, melainkan musim-musim sebelumnya. Lantas, mengapa Emery senang dengan kedatangan Suarez?

"Kami sangat bahagia Denis Suarez bergabung dengan kami. Dia pemain yang sangat kami kenal dan saya pernah bekerja dengannya di Sevilla. Dia memberikan kami opsi bermain dan kualitas di banyak posisi ofensif berbeda," tutur Emery di laman resmi Arsenal.

Baca Juga:

Korban Kedatangan Frenkie de Jong di Barcelona

Menilik Posisi Bermain dan Peran Denis Suarez di Arsenal

Rayuan Maut Unai Emery Agar Denis Suarez Gabung Arsenal

Denis Suarez berlatih dengan Arsenal

Garisbawahi ucapan Emery soal opsi bermain dan kualitas (dari sisi teknik) yang dapat diperlihatkan Suarez. Pemain berusia 24 tahun punya potensi sukses bersama Arsenal yang juga mengusung sepak bola ofensif seperti Barcelona.

Bak gayung bersambut, Suarez memahami betul karakteristik Emery, yang membantunya mengoptimalkan kemampuan dan sukses meraih titel Liga Eropa 2014-15.

"Hal utama darinya saya pikir adalah dedikasi waktu kepada pekerjaannya. Dia menghabiskan berjam-jam dan hari untuk menyaksikan video tim lain dan juga timnya. Sesi latihannya juga sangat menuntut dan dia memastikan timnya sudah siap," papar Suarez.

"Saya katakan lagi, hal terbesar darinya adalah dedikasi kepada pekerjaannya. Seperti yang kami katakan di Spanyol, dia 'un enfermo del futbol' atau penggila bola."

Peran dan Posisi Bermain Suarez

Multifungsi, cerdas, dan mengandalkan teknik. Ketiga hal itulah yang dapat menggambarkan permainan dari produk akademi Manchester City itu. Jadi, tidak sulit bagi Emery mengintegrasikannya ke dalam skuat Arsenal.

Dalam formasi 4-2-3-1, 4-3-3, atau 3-4-3, Suarez bisa ditempatkan sebagai penyerang sayap kiri-kanan, gelandang serang, atau gelandang tengah. Di dalam tim yang sudah dipadati pemain ofensif dan kreatif di lini depan, Suarez akan menyempurnakan kualitas itu, bukan justru merusak keseimbangan.

Contohnya begini, apabila Emery ingin bermain dengan formasi 4-2-3-1, maka Suarez bisa berkolaborasi dengan Pierre-Emerick Aubameyang dan Alex Iwobi, atau dengan Mesut Ozil sekalipun, untuk menopang penyerang tunggal (biasanya ditempati Alexandre Lacazette).

Suarez merupakan pemain tim (team player) yang diberkahi kemampuan teknik mendribel bola, melihat celah di antara pemain lawan dan coba menerobosnya, serta visi dan operan yang akurat.

Pemain yang pernah bermain di Villarreal itu mungkin bukan Xabi Alonso, Michael Carrick, atau Andrea Pirlo, dengan kemampuan mengoper bola lambung seakurat elang kala menerkam mangsanya. Namun, Suarez pintar memainkan operan pendek dan operan satu-dua sentuhan bola.

Denis Suarez cenderung memainkan operan bola-bola pendek

Sebisa mungkin Suarez selalu berada dekat dengan rekan setimnya, memberi opsi untuk dioper, dan menjaga penguasaan bola sekaligus juga tempo bermain timnya. Gaya mainnya itu disempurnakan oleh masa-masanya ketika membela Barca.

Denis Suarez selalu memberi opsi rekan setim untuk dioper

Sayangnya, Barca, dengan skuat bertabur bintang dalam skuat mereka, tidak menjadi tempat yang baik untuk Suarez yang harus banyak bermain di usia 24 tahun.

Itulah kenapa Suarez juga ingin transfer ke Arsenal terealisasi. Dengan harapan berlatih di bawah pelatih yang tahu persis dirinya, Suarez bisa menemukan kembali sentuhan bermain terbaiknya.

Tidak sekedar hanya memberikan kontribusi dari sisi ofensif, Suarez juga dapat melakukan tekanan (pressing) dalam fase bertahan, menyulitkan lawan membangun serangan, coba merebut bola dan mengawali serangan balik.

Dalam fase bertahan, Denis Suarez juga sering menekan lawan

Kurang lebihnya, kontribusi dari segi peran dan gaya bermain itulah yang dapat diberikan Suarez kepada The Gunners. Arsenal musim ini masih berjuang merebutkan tempat di empat besar Premier League dan meraih titel Liga Europa.