BolaSkor.com - Premier League menjadi satu di antara liga di Eropa yang terdampak pandemi virus corona. Kompetisi nomor wahid di Inggris tersebut ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Sejauh ini, sudah ada beberapa pilihan untuk menyelesaikan musim 2019-2020. Setiap pilihan tersebut mengundang risiko dan keuntungan. Belum lagi, semua juga bergantung kepada tingkat penyebaran virus corona di Inggris.

Satu di antara opsi yang paling mungkin dilakukan adalah kembali menggelar Premier League tanpa dihadiri penonton. Dengan begitu, tidak akan ada kerumunan orang dalam jumlah besar yang diyakini dapat menyebarkan COVID-19 secara luas.

Baca juga:

Manchester City Relakan Stadion Etihad untuk Lawan Virus Corona

Kevin De Bruyne Ungkap Efek Buruk Jika Premier League Berlanjut

Premier League

Namun, pertandingan tanpa penonton juga ditentang beberapa pihak. Mereka menilai, hal tersebut justru dapat membahayakan pemain. Sebab, beberapa pemain di Premier League dinyatakan terjangkit virus corona.

Berikutnya, opsi yang mencuat adalah menghentikan Premier League secara permanen dan melihat klasemen saat ini sebagai acuan juara, tiket Eropa, dan degradasi.

Dengan begitu, Liverpool akan dinyatakan sebagai pemenang musim ini. Sedangkan, Norwich, Aston Villa, dan Bournemouth akan terdegradasi.

Pilihan tersebut dijalankan oleh kompetisi tertinggi di Belgia, Pro League. Club Brugge yang berada di puncak klasemen dinyatakan sebagai juara. Namun, beredar kabar jika UEFA tidak senang dengan keputusan tersebut.

Selain itu, Premier League juga memegang opsi menggelar play-off. Nantinya, akan ada perebutan untuk posisi puncak klasemen dan klub yang terhindar dari jurang degradasi.

Dengan opsi itu, Premier League dapat memangkas waktu kompetisi. Sehingga, klub-klub yang berlaga di kompetisi Eropa bisa fokus.

Premier League juga kemungkinan akan diakhiri dengan melihat klasemen saat ini, namun tidak akan ada klub yang terlempar ke kasta di bawahnya. Nantinya, tiga klub dari divisi Championship tetap masuk ke Premier League. Dengan demikian, akan ada 23 tim yang bertarung pada musim depan.

Pilihan terakhir dan paling dihindari adalah meniadakan musim 2019-2020. Bila keputusan ini diambil, tidak akan ada juara atau tim yang terdegradasi pada musim ini.

Keputusan tersebut akan membuat Liverpool menjadi klub yang paling dirugikan. Sebab, saat ini The Reds telah unggul 25 angka dari posisi kedua. Itu artinya, keunggulan tersebut tidak akan membawa Liverpool meraih trofi pada akhir musim.