BolaSkor.com - Dalam MotoGP 2021, setiap pembalap wajib untuk di vaksin. Hal ini dilakukan guna menekan penyebaran virus Covid-19.

Apalagi pada Maret dan April, organisasi Kejuaraan Dunia telah menjalin kerjasama dengan pemerintahan Qatar dalam menyediakan dua dosis vaksin Pfizer kepada para pembalap. Namun, dengan alasan privasi, Dorna selaku pihak penyelenggara MotoGP merahasiakan siapa saja pembalap yang sudah divaksin.

Berdasarkan informasi dari tutomotoriweb.it, ternyata ada satu pembalap MotoGP yang menolak pemberian vaksin tersebut. Dia adalah pembalap Pramac Ducati, Johann Zarco.

Keputusan Zarco menolak vaksin ini ternyata menimbulkan permasalahan. Zarco terancam tidak bisa ikut balapan di MotoGP Malaysia yang digelar pada 24 Oktober 2021.

Hal itu lantaran Malaysia mengeluarkan peraturan tegas untuk melarang orang yang belum divaksin untuk datang ke negaranya.

Berkaca dari hal ini, Dorna akhirnya mengambil langkah tegas dengan membeli beberapa dosis vaksin Johnson & Johnson. Melalui vaksin ini Zarco tidak lagi membutuhkan booster tambahan untuk meningkatkan imunnya. Pembalap asal Prancis ini dapat langsung turun di MotoGP Malaysia.

Baca Juga:

Mengisi Waktu di Rumah Saja dengan Balapan Virtual MotoGP

Di Giannantonio dan Nicolo Bulega Bidik Kemenangan di Moto2 Austria

Namun, bukan berarti permasalahan ini berhenti sampai di sini saja. Sebab di sisi lain, belum ada kepastian apakah MotoGP Malaysia dapat digelar atau tidak.

Hingga saat ini Menteri Olahraga Malaysia, Reezal Merican bin Naina Merican bersikeras agar para peserta MotoGP (pembalap, mekanik, anggota tim, dan pihak official) melakukan karantina selama sepuluh hari saat memasuki Malaysia.

Keputusan ini tentunya akan ditolak mentah-mentah Dorna. Karena ditengah jadwal yang padat, tidak mungkin para peserta MotoGP harus menghabiskan waktu selama sepuluh hari untuk melakukan karantina. Jika tetap dipaksakan, maka jadwal untuk seri-seri selanjutnya akan mengalami kekacauan.

Untuk mengatasi hal ini Dorna sebenarnya sudah memiliki rencana lain. Salah satunya adalah mengganti seri Malaysia dengan seri Qatar. Dalam hal ini akan diterapkan sistem pengamanan bubble bagi para peserta di mana mereka semua akan ditempatkan di empat hotel yang telah disediakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Mereka juga tidak diperbolehkan untuk berkeliaran di keramaian.

Penulis: Bintang Rahmat