BolaSkor.com - FIFA akan berkunjung ke Indonesia untuk pengecekan sekaligus finalisasi venue Piala Dunia U-20 2021, 20-23 Maret 2020. Rencananya pada kunjungannya tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPUPR), Basuki Hadimuljo akan mendampingi FIFA dalam kunjungan tersebut.

FIFA akan datang ke Indonesia pada 20 Maret 2020 mendatang. Ini meleset dari rencana awal yang akan datang pada 10 Maret 2020. Kedatangan FIFA ke Indonesia ini untuk menentukan enam dari 11 stadion yang akan dijadikan venue Piala Dunia U-20 2021.

Sebelumya PSSI memang sudah mengajukan 11 stadion untuk menjadi venue Piala Dunia U-20 2021. 11 stadion itu ialah tadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Patriot Candrabhaga (Bekasi), Pakansari (Bogor), Wibawa Mukti (Bekasi), Jalak Harupat (Bandung), Gelora Sriwijaya (Palembang), Mandala Krida (Yogyakarta), Manahan (Solo), I Wayan Dipta (Bali), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Utama Riau (Pekanbaru).

Baca Juga:

Demi Timnas Indonesia di Piala AFF, Ketum PSSI Mochamad Iriawan Berharap Virus Corona Tak Ganggu Jadwal Liga 1

FIFA Datang ke Indonesia pada 20-22 Maret 2020 untuk Finalisasi Venue Piala Dunia U-20 2021

"Rencananya selain PSSI, saya dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bapak Basuki, juga akan ikut menemani dalam kunjungan FIFA. Karena kemarin Pak Basuki telepon saya. Jadi ada bagusnya beliau Pak Basuki ikut peninjauan FIFA itu, jadi begitu ada pertanyaan, beliau langsung bisa (merespons)," kata Amali kepada wartawan.

"Kalau tidak ada (Menteri PUPR) kan nanti kalau ada pertanyaan dari FIFA ke PSSI, PSSI tanya ke kami, lalu kami tanyakan lagi ke Kementerian PUPR. Prosesnya jadi lama, jadi lebih baik sekalian ikut," dia menjelaskan.

Zainudin Amali pun berterima kasih atas kemauan Menteri PUPR yang ingin ikut langsung meninjau venue Piala Dunia U-20 2021 nanti. Ia pun melihat Basuki sangat antusias untuk membantu dan ikut kunjungan bersama FIFA itu.

"Kemarin dia bilang dikira hari ini, tapi ditunda. Sehingga beliau bilang lagi, 'Bapak Menpora, kalau saya diperlukan saya boleh ikut'. Saya bilang memang kita perlu,'" ujar Amali

"Jadi begitu ada pertanyaan FIFA, kan yang mengerjakan ada di situ (Men PUPR), jadi saya tinggal bilang saja ada orangnya di sini," pungkasnya.