BolaSkor.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) diminta untuk mengundang PSSI, klub, hingga Panitia Pelaksana (Panpel) untuk memastikan penegakan aturan. Permintaan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Ini setelah mengadakan Rapat Koordinasi membahas penanganan tragedi di Stadion Kanjuruhan, yang menimbulkan korban jiwa 125 orang. Usai rapat, Mahfud MD menjelaskan soal pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta, yang akan dipimpinnya. Tim ini untuk mengungkap kasus dan persitiwa di Kanjuruhan.

Baca Juga:

Pernyataan Presiden FIFA Terkait Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Duka Kanjuruhan dari 18 Klub Liga 1 sampai Liverpool dan Manchester United

"Keanggotaan paling lama 24 jam ke depan. Terdiri dari pejabat perwakilan kementerian terkait dan organisasi profesi olahraga, pengamat, akademisi, dan media massa. Tugasnya kira-kira diupayakan selesai 2-3 minggu ke depan," kata Mahfud MD, Senin (3/10).

Langkah jangka pendek di antaranya meminta Polri untuk segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana dalam beberapa hari ke depan. Polri juga diminta melakukan evaluasi penyelenggaraan keamanan di daerah.

Panglima TNI juga diminta melakukan tindakan cepat sesuai aturan berlaku, sekaligus memastikan kebenaran atau tidaknya personel melakukan tindakan berlebih dan di luar wewenang.

"Kepada PSSI supaya segera lakukan tindakan ke dalam, secepatnya. Agar PSSI ini bisa dikendalikan secara baik," sambungnya.

Mahfud MD menambahkan bahwa pemerintah mengusulkan santunan sosial. Adapun Menteri Kesehatan diminta melakukan pelayanan kesehatan termasuk trauma healing tanpa mempersoalkan biaya.

"Kemudian kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, secepatnya mengundang PSSI, pemilik klub, panitia pelaksana daerah dan terkait, untuk memastikan tegaknya peraturan dalam pelaksanaan pertandingan, baik yang dibuat FIFA atau yang diatur berbagai peraturan perundang-undangan kita, sebagai bagian upaya evaluasi total."

Menpora bersama Kapolri dan PSSI sebelumnya diperintahkan Presiden Joko Widodo untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepak bola dan prosedur pengamanan penyelenggaraan. PSSI juga diminta menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan.