BolaSkor.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, belum bisa menentukan pertimbangan untuk PON Papua 2020. Zainudin mengaku ingin berbicara dengan Gubernur dan Wagubernur Papua terlebih dulu.

Penyelenggaraan PON 2020 tengah menjadi sorotan 10 cabor berpeluang tidak bisa digelar. Alhasil, terdapat wacana 10 tersebut digelar di luar Papua.

Ke-10 cabor tersebut adalah balap sepeda, bridge, dansa, gateball, golf, petanque, ski air, soft tenis, tenis meja, dan woodball. Sejumlah daerah berniat menjadi tuan rumah pendamping untuk PON 2020, yang paling serius adalah Jawa Timur.

Baca Juga:

Tingkatkan Prestasi, DKI Jakarta Punya Fasilitas Olahraga Baru

Ketika Australia Open 2020 Beri Penghormatan untuk Kobe Bryant

Akan tetapi, Zainudin Amali berniat membicarakan mengenai hal tersebut kepada panitia PON 2020. Rapat tersebut juga akan membahas Papua yang meminta anggaran tambahan sebesar Rp 2,7 triliun.

“Mudah-mudahan saya bisa bertemu dengan Gubernur dan Wagubernur Papua karena kedua beliau itu sudah datang ke sini. Kami akan ngobrol soal hal itu (tuan rumah pendamping). Namun kami akan konsentrasi ke persiapan yang di Papua itu,” ujar Zainudin Amali.

“Tentu sebagai Ketua PON, Gubernur Papua berhak menentukan kebijakan. Namun kebijakan harus dikomunikasikan dengan KONI dan Kemenpora. Mohon bersabar kami akan bicarakan baik-baik, mudah-mudahan ada jalan keluar.”

“Papua minta tambahan 2,7 triliun? Sekarang masih direview karena ini harus hati-hati betul. Tim review bukan hanya Kemenpora, melibatkan juga LKPP, BPKP, jalau sudah konsultasikan ke Kepolisian dan Kejaksaan. Saat ini belum tahu, kami masih review apa kebutuhan dan kekurangan,” lanjutnya.