BolaSkor.com - Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic, tersandung dugaan kasus pelecehan seksual kepada wanita di Australia. Alhasil, pemain berusia 31 tahun ini tidak dapat kembali ke Indonesia.

Dalam perjalanan ke Australia dari Jakarta via Denpasar, Bali, Simic dikabarkan melakukan tindakan tidak senonoh di dalam pesawat. Untungnya, ia masih dapat membela Persija ketika bersua Newcastle Jets pada babak eliminasi kedua Liga Champions Asia (LCA) di Hunter Stadium, Selasa (12/2), meski kalah 1-3.

Saat rekan-rekannya akan kembali ke Jakarta, Simic harus tertahan di Australia. Sebab, paspornya ditahan oleh kepolisian setempat.

Kasus ini lalu menyita atensi Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia (Menpora), Imam Nahrawi. Pria asal Bangkalan, Jawa Timur itu meminta PSSI untuk memberikan perhatian kepada kasus ini. Bahkan, sampai mengirimkan pengacara kepadanya.

"Saya belum dapat laporan dari federasi. Kalau soal hukum itu bisa berlaku bagi siapapun di negeri manapun kita berada tentu harus menghormati hukum yang ada di sana, siapapun itu, demikian juga warga negara asing di Indonesia, dia harus tunduk pada hukum yang berlaku di Tanah Air," ujar Imam di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2).

Baca Juga:

Sambil Terima Kasih kepada Suporter, Ivan Kolev Beberkan Penyebab Persija Kalah dari Newcastle Jets

Bobotoh hingga Aremania bersama Jakmania Dukung Persija di Australia Lawan Newcastle Jets

Respons Pelatih Persija soal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Marko Simic

"Tapi saya minta kepada PSSI untuk melakukan pendampingan, untuk mengirimkan tim pengacara di sana. Lalu, komunikasi dengan Kemenlu dan KBRI di sana karena mereka adalah potensi yang kita miliki," katanya menambahkan.

Terkait kekalahan Persija, Imam meminta Ismed Sofyan dan kawan-kawan tetap berdiri tegak. Apalagi, tim berjuluk Macan Kemayoran itu akan kembali berkiprah di Piala AFC.

"Kalah dan menang hal yang biasa, tapi bangkit dari kekalahan itu hal luar biasa. Saya berharap kepada Persija harus bangkit, jangan jadikan kekalahan hari ini sebagai langkah untuk menghentikan cita-cita dan harapan. Jadikan kekalahan ini sebagai motivasi untuk menatap pertandingan lain," terang Imam.