BolaSkor.com - Gelombang naturalisasi pemain belum juga berhenti. Tercatat dua pemain gaek, Alberto "Beto" Goncalvez dan Onoriondo Kughebhe John baru saja resmi mengantongi paspor Indonesia.

Kedua pemain itu menyusul Cristian Gonzales, Victor Igbonefo, Bio Paulin Pierre, Ilija Spasojevic, Orock Charles, Guy Junior, Dzumafo Epandi, dan nama-nama lainnya. Ternyata, gelombang naturaliasi pemain asing itu mendapat sorotan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Imam Nahrawi.

Beto yang kini membela Sriwijaya FC sudah berusia 37 tahun. Sementara OK John yang membela Madura United sudah berusia 34 tahun. Satu lagi yang kabarnya sudah masuk daftar menunggu adalah rekan Beto di Sriwijaya FC, Esteban Vizcarra.

"Kami dari Kemenpora akan memperketat lagi proses naturalisasi pemain ini. Seharusnya yang bisa memperkuat Timnas, usianya produktif. Tuek-tuek kok dinaturalisasi. Saya harus memperketat itu," terang Imam Nahrawi saat ditemui di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (13/3).

Saat ini ada kecenderungan bila proses naturalisasi hanya untuk kepentingan klub. Selain itu, berkurangnya jatah pemain asing di setiap klub juga mempengaruhi. Kini, hanya klub Liga 1 saja yang boleh menggunakan pemain asing.

Striker Sriwijaya FC, Beto Goncalves (kanan) yang salah satu melakukan proses naturalisasi. (PT LIB)

Sementara klub Liga 2 dan Liga 3 tak diperbolehkan. Selain itu, regulasi tentang pemain asing asal Asia Tenggara di kompetisi Malaysia dan Thailand juga diyakini jadi salah satu faktornya.

"Semua liga, klub itu ujungnya harus Timnas. Jadi di mana Timnas membutuhkan, harus dicari yang usianya masih produktif. Dan tentunya punya track record bagus, jangan sekadar saja," jelasnya.

Dia pun berharap pemain naturaliasi berusia 19 tahun, hingga jangkanya untuk Timnas lebih panjang. Namun sebelum berbicara naturalisasi pemain asing, dia berharap klub mulai memandang pemain dari Sekolah Olahraga (SKO).

Salah satu bukti yang mulai terlihat adalah Egy Maulana Vikri. Pemain jebolan SKO Ragunan itu sudah diikat klub asal Polandia, Lechia Gdansk saat usianya kini baru 17 tahun.

"Sebelum bicara naturalisasi, manfaatin anak-anak dari SKO atau PPLP, klub-klub atau SSB. Kenapa nggak memperkuat itu saja," tuturnya.

Pendapat sama juga diungkapkan mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi. Pemain yang memperkuat Timnas mulai 1993 hingga 2004 ini menilai para pemain naturalisasi belum memberi kontribusi nyata. Ranking Indonesia di FIFA pun tak kunjung naik.

"Nggak usahlah naturalisasi pemain. Kuatkan lagi pembinaan pemain. Itu malah lebih jelas," ucap Agung.

"Malah setiap klub di Liga 1 itu bagusnya hanya dua pemain asing saja, tidak usah banyak-banyak. Biar pemain kita berkembang," tambahnya. (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan/Solo)