BolaSkor.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengungkapkan rasa prihatin dengan kasus pengaturan skor yang melibatkan pebulu tangkis Indonesia. Zainudin berharap hal itu bisa menjadi pelajaran.

BWF mengumumkan dua kasus pengaturan skor di dunia bulu tangkis. Parahnya, terdapat kasus yang melibatkan delapan pebulu tangkis asal Indonesia.

Kedelapan pebulu tangkis itu adalah Hendra Tandjaya (ganda putra, ganda campuran), Ivandi Danang (ganda putra, ganda campuran), Androw Yunanto (tunggal putra, ganda putra), Sekartaji Putri (tunggal putri, ganda campuran). Lalu Mia Mawarti (tunggal putri), Fadila Afni (tunggal putri, ganda putri), Aditya Dwiantoro (ganda putra), dan Agripinna Prima Rahmanto Putra (tunggal putra, ganda putra, ganda campuran).

Baca Juga:

Pengaturan Skor Bulu Tangkis, PBSI Beri Perumpamaan Pesepak Bola Brasil

PBSI Pastikan Terdakwa Pengaturan Skor Bukan Atlet Pelatnas

Mengetahui hal tersebut, Zainudin mengaku prihatin. Apalagi bulu tangkis merupakan cabang olahraga unggulan Indonesia pada ajang Olimpiade.

"Saya sebenarnya prihatin mendengar kasus ini. Apalagi anak-anak ini bisa jadi harapan. Selain itu saya prihatin karena ini cabor unggulan Indonesia," kata Zainudin kepada pewarta.

"Bahkan untuk Olimpiade, ini menjadi penyumbang emas untuk kontingen Indonesia. Saya minta semua cabor untuk tidak melakukan hal yang tidak sportif."

"Walau ini bukan tingkat elit, tetapi pasti mereka melihat pemain lain. Ini saja yang kebetulan kena. Cabor apa pun kalau seperti ini merusak olahraga itu. Ini menjadi pelajaran betul," pungkasnya.