BolaSkor.com - Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menaklukkan RB Leipzig dengan skor 3-0 pada semifinal Liga Champions 2019-2020 di Estadio da Luz, Rabu (19/8) dini hari WIB. Sang pelatih, Thomas Tuchel menyebut kemenangan ini menjadi bukti kekuatan mental anak-anak asuhnya.

PSG dan Leipzig memang sama-sama berburu tiket final Liga Champions perdananya sepanjang sejarah klub. Wajar jika para pemain dari kedua tim diliputi rasa gugup.

Namun PSG mampu keluar dari tekanan. Neymar dan kawan-kawan menunjukkan penampilan maksimal dan berhasil mencetak tiga gol.

Baca Juga:

7 Fakta Menarik di Balik Keberhasilan PSG Melaju ke Final Liga Champions 2019-2020

RB Leipzig 0-3 PSG: Les Parisiens Tembus Final Liga Champions untuk Kali Pertama

Tembus Final Liga Champions, Kombinasi Assists Di Maria-Neymar Capai Angka 51

Thomas Tuchel

"Tim ini melakukannya dengan sangat baik, menunjukkan kualitas, rasa lapar, dan determinasi. Itu perpaduan yang bagus dan kami pantas menang," kata Tuchel kepada RMC Sport.

"Saya sangat gugup, ya, dan saya merasakan tekanan. Saya memiliki pemain yang terbiasa dengan tekanan dan mereka menikmatinya."

Setelah melewati kutukan perempat final, beban di pundak pemain PSG nampak sudah hilang. Les Parisiens berhasil menghapus trauma kegagalan selama bertahun-tahun.

Selain mental, taktik dan kekompakan tim juga menjadi rahasia kemenangan PSG. Sejak awal, Tuchel ingin memaksimalkan trio Angel Di Maria, Neymar, dan Kylian Mbappe untuk menggempur pertahanan Leipzig dan terbukti berhasil.

"Rencana kami adalah mempertahankan prinsip permainan kami, mengontrol ruang, dan menggunakan kecepatan Di Maria, Mbappe, dan Neymar. Ini kompetisi untuk para pemain besar," tambahnya.

"Kami tak boleh terlalu banyak beradaptasi dengan tim lawan dan harus menunjukkan kekuatan kami. Tim ini menunjukkan rasa lapar dan keinginan untuk berjuang bersama."

Tuchel tentu berharap mentalis seperti ini tetap dipertahankan para pemainnya pada laga final nanti. PSG akan berhadapan dengan salah satu dari Bayern Munchen dan Olympique Lyon untuk memperebutkan gelar juara.