BolaSkor.com - Jorge Lorenzo tak menerima keputusan Yamaha yang memecatnya sebagai rider penguji. Juara dunia MotoGP tiga kali itu merasa tak diberikan kesempatan melakukan pekerjaan dengan baik.

Lorenzo hanya sekali mengikuti sesi uji coba di Sepang pada awal 2020. Setelah itu, pandemi virus corona datang dan mengacaukan jadwal MotoGP.

Situasi tersebut membuat Lorenzo tak bisa melakukan uji coba lagi. Kesempatan tampil lewat jalur wildcard juga sirna.

Lorenzo sebetulnya berkesempatan melakukan uji coba di Sirkuit Portimao, Portugal pada Oktober 2020. Namun, performa rider asal Spanyol itu mengecewakan.

Lorenzo berkilah tak bisa melakukan uji coba sempurna karena tidak ada kesempatan berlatih. Pembalap penguji Repsol Honda, Stefan Bradl, menilai alasan Lorenzo itu sangat konyol.

“Jika Anda ingin balapan, Anda harus berlatih, dan mungkin dia tidak punya motivasi," kata Bradl dikutip dari Corsedimoto.

Baca Juga:

Hanya Jadi Cadangan, MotoGP Indonesia Tetap Dapat Dukungan dari Bos Dorna

Joan Mir Tak Merasa Utang Budi ke Ayah Jorge Lorenzo

“Ini seperti atlet lainnya dalam olahraga. Anda harus berlatih. Anda tidak bisa tampil jika Anda tidak berlatih.,” imbuh dia.

Posisi Lorenzo akhirnya digantikan Cal Crutchlow untuk musim depan. Mengetahui hal itu, Lorenzo merajuk dengan menyebut Yamaha telah melakukan kesalahan menukar emas dengan perak. Namun, Bradl menilai seorang rider penguji tak hanya bermodal prestasi semata.

“Kemampuan Lorenzo tak perlu diragukan lagi. Namun, mungkin motivasinya sebagai test driver tidak lagi sebesar di masa lalu. Saya tidak tahu apa yang akan dia lakukan di masa depan, apakah dia hanya ingin menikmati hidup atau apakah dia ingin kembali ke paddock. Itu keputusannya," kata Bradl.