BolaSkor.com - Cristiano Ronaldo sedikit lagi akan menjadi pemain sepak bola pertama dengan penghasilan menembus 1 miliar dolar AS. Di kalangan atlet, Ronaldo akan menjadi yang ketiga setelah pegolf Tiger Wood dan petinju Floyd Mayweather.

Pencapaian ini didapat terlepas dari kenyataan bahwa Ronaldo dilaporkan telah menyetujui pemotongan upah hampir 4 juta euro dengan klubnya Juventus untuk melawan pandemi virus corona.

Menurut Forbes, pemotongan itu hampir tidak mengurangi pendapatan tahunan kapten Portugis. Forbes melaporkan Ronaldo telah mengantongi gaji 109 juta dolar AS sepanjang tahun lalu. Dengan pemotongan 30 persen Ronaldo masih bisa mendapatkan gaji tahunan sekitar 46 juta dolar AS.

Baca juga:

Usai Rugani dan Matuidi, Paulo Dybala Konfirmasi Positif Virus Corona

Cristiano Ronaldo Lebih Baik ketimbang Lionel Messi dan Pele Pemain Terhebat

Selain dari gaji, penghasilan Ronaldo juga datang dari sponsornya dan endorsement berbagai produk yang mendekati angka 100 juta dolar AS.

Reuters menulis Cristiano Ronaldo adalah merk dagang paling menguntungkan. Dia diketahui memiliki 210 juta pengikut di Instagram, yang membuatnya pemain sepakbola paling terkenal.

Pengikut sebanyak itu membuat invesetor menyebutnya investasi paling berharga dibanding Lionel Messi, yang hanya punya pengikut 64 juta. Musim lalu, Messi adalah pemain dengan gaji tertinggi di dunia, yaitu 92 juta dolar AS atau Rp 1,5 triliun per tahun. Ronaldo jauh di bawahnya, yaitu 65 juta dolar AS per tahun, atau Rp 1,06 triliun.

Namun, keunggulan Ronaldo adalah menambang uang dari luar lapangan. Kesepakatan dengan banyak sponsor membuat koceknya terus menggelembung. Majalah Forbes menyebut Cristiano Ronaldo adalah papan reklame. Tubuhnya berbalut Nike, rambutnya milik produsen shampoo. Ia juga membangun brand sendiri, yaitu CR7, yang digunakan untuk produk hotel, parfum, pakaian dalam, videogame, dan lainnya.

Semua itu akan membantunya melewati total pendapatan 1 miliar dolar AS selama 18 tahun berkarier.

Pemain berusia 35 tahun saat ini berada di kampung halamannya di Madeira ketika musim sepak bola di Italia dan di seluruh dunia terhenti karena pandemi COVID-19.