BolaSkor.com - Persaingan sehat dalam merebutkan posisi bermain sering terjadi di klub atau tim besar yang punya kedalaman skuad bagus. Hal serupa terjadi di timnas Inggris arahan Gareth Southgate yang kini bermain di Piala Eropa 2020.

Persaingan ketat terjadi di tiap lininya termasuk di lini depan. Southgate memanggil empat penyerang untuk Piala Eropa 2020, yakni Harry Kane, Raheem Sterling, Marcus Rashford, dan Dominic Calvert-Lewin.

Sterling dan Rashford dapat berperan sebagai penyerang sayap jadi keduanya memiliki nilai plus di posisi berbeda, tetapi Kane dan Calvert-Lewin tidak demikian. Keduanya berposisi sama sebagai penyerang sentral.

Dibanding Calvert-Lewin, Kane jadi pilihan utama karena ia kapten dan juga ujung tombak andalan Inggris. Tak ayal Calvert-Lewin (24 tahun) hanya menjadi pelapis bagi Kane dalam skuad The Three Lions.

Baca Juga:

Buah Simalakama Jack Grealish di Timnas Inggris

Menilik Alasan Southgate Tempatkan Trippier sebagai Bek Kiri Timnas Inggris

Alasan Harry Kane Memble pada Duel Kontra Kroasia

Dominic Calvert-Lewin

Kendati demikian penyerang Everton itu tidak berkecil hati. Calvert-Lewin mengaku selalu sedia setiap saat bermain ketika dibutuhkan meski hanya jadi pelapis Kane.

"Saya hanya memastikan saya siap. Harry adalah kapten tim dan dia adalah orang yang memimpin saat ini," tutur Calvert-Lewin dikutip dari Standard Sport.

"Di awal pertandingan, saya berharap yang terbaik untuknya dan ingin dia mencetak gol. Jika dia mencetak gol, kemungkinan besar kami memenangkan pertandingan. Peran saya adalah mencoba untuk sesiap mungkin ketika saya dipanggil."

Berpatisipasi di turnamen sekaliber Piala Eropa sudah membuat Calvert-Lewin bahagia karena itu mimpi jadi nyata. Calvert-Lewin berharap kelak dapat memimpin lini depan Inggris.

"Dari seorang anak muda saya bermimpi bermain untuk negara saya dan datang ke turnamen besar, dan sebagai anak muda Anda bermimpi bermain, mungkin tidak duduk di bangku cadangan. Tetapi jika itu peran saya, maka biarlah – dan saya akan melakukannya dengan kemampuan terbaik saya," tambah Calvert-Lewin.

"Hanya satu pemain yang bisa bermain No 9, jadi bagi saya, saya ambisius. Saya berusia 24 tahun, saya telah masuk ke skuad Inggris. Kami semua memiliki tujuan dan ambisi pribadi. Bagi saya, itu adalah memimpin lini depan untuk Inggris."

Musim Bagus di Everton

Musim lalu Everton memang inkonsisten di bawah arahan Carlo Ancelotti. Sempat berada di papan atas klasemen, Everton pada akhirnya gagal menempati zona Eropa dan Ancelotti kembali melatih Real Madrid.

Meski begitu secara pencapaian personal musim lalu Calvert-Lewin berkembang dengan Ancelotti. Calvert-Lewin menjadi striker oportunis dengan kemampuan menyelesaikan peluang dan handal dalam duel bola udara.

Calvert-Lewin musim lalu mencetak 21 gol di seluruh kompetisi dan mencetak empat gol dari total 39 laga. Wajar jika Southgate memanggilnya untuk jadi pelapis Harry Kane di timnas Inggris.