BolaSkor.com - Dalam konteks apapun, rivalitas dengan tajuk utama El Clasico selalu panas di antara FC Barcelona dan Real Madrid. Tidak hanya sekedar pertandingan sepak bola, Clasico juga merujuk kepada panasnya hubungan politik di antara Spanyol dan Catalunya.

Madrid adalah tim ibu kota Spanyol dan Barca perwakilan Catalunya. Hubungan diplomasi keduanya kian memanas dengan adanya isu referendum Catalunya yang ingin memisahkan diri dari Spanyol. Tak ayal, pertemuan Madrid dengan Barcelona yang disatukan dengan kata 'El Clasico' akan selalu memanas.

Hubungan tersebut mungkin akan semakin memanas saat ini, setelah megabintang Barcelona, Lionel Messi, berkata kepada publik bahwa media Madrid melakukan 'serangan' kepadanya terkait isu penggelapan pajak pada medio 2007-2009, yang kemudian dibahas pada tahun 2016. Serangan itu dimaksudkan untuk melemahkan citra Messi di hadapan publik.

"Itu (penggelapan pajak) situasi yang sulit. Saya memang tidak jatuh hingga depresi, tetapi cara saya diserang, keluarga saya, ayah saya, orang-orang di sekitar saya. Itu yang membuat kasus ini menjadi sulit. Saya merasa menjadi korban terutama oleh (media) Madrid," tutur Messi, diberitakan Marca, Senin (11/6).

"Saya pikir dari urutan kejadian. Mereka menyerang saya, memanfaatkan momen kelemahan saya. Semua itu terjadi karena saya tahu itu datang dari Madrid," cetusnya.

Messi dan ayahnya, Jorge, sempat dikenai hukuman penjara selama 21 bulan oleh Jaksa Penuntut Spanyol. Namun, karena Messi mengaku tidak tahu-menahu mengenai penggelapan pajak tersebut, kemudian menyerahkannya kepada ayah dan pengacaranya, Messi terbebas dari hukuman penjara.

"Saya beruntung mendapat dukungan dari teman saya di Barcelona, Catalunya, dan para jurnalis di sini, dan itu membuat saya sedikit lebih tenang," tambah Messi. La Pulga bukan satu-satunya pesepakbola di Spanyol yang tersandung kasus serupa. Ada juga Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo, dan Neymar.