BolaSkor.com - Mesut Ozil meninggalkan Arsenal menuju Fenerbahce, demikian diumumkan klub tersebut. Kepindahan ke Turki adalah langkah yang logis buat Ozil, tetapi ekspektasi terhadap mantan gelandang Jerman itu akan tinggi di Istanbul.

Ozil adalah sosok yang terpolarisasi. Beberapa orang melihat Ozil sebagai salah satu pemain kaki kiri terbaik di dunia, mungkin pemain nomor 10 sejati terakhir yang mampu menemukan ruang tertentu untuk memainkan umpan-umpan akurat. Namun dia juga mernjadi pemain yang hanya bisa menonton dari tribun dalam beberapa bulan terakhir.

Tidak sedikit yang menilai tribun adalah tempat yang tepat karena sikap buruknya. Namun banyak juga yang memujinya atas semua proyek amal.

Baca Juga:

Bukan Lagi Kode, Mesut Ozil Blak-blakan Ingin Gabung Fenerbahce

Mesut Ozil Segera Akhiri Masa Kelam di Arsenal

Maaf Arsenal, Juventus Tak Tertarik dengan Ozil Meskipun Gratis

Para pengkritiknya menyoroti hubungan dekatnya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Banyak yang marah saat Ozil melontarkan tuduhan kepada Jerman ketika dia keluar dari tim nasional setelah Piala Dunia 2018 berlebihan.

Ozil selalu berkeliaran di antara dunia olahraga dan politik, dan jarang tindakannya tanpa kontroversi. Dan ada dua sudut pandang tentang kepindahannya ke klub Turki.

Di Arsenal, mereka akan dengan senang hati menyingkirkan "penonton mahal" yang bahkan sudah tidak ada dalam daftar skuat 25 orang di Premier League. Ozil dilaporkan mendapat bayaran 350 ribu poundsterling per pekan, tertinggi di klub.

Di Fenerbahce, di sisi lain, prospek untuk mendatangkan Ozil telah memikat para penggemar. Selama beberapa hari ini, pendukung Fenerbahce membanjiri bagian komentar di platform media sosial. Mereka memberinya sambutan digital yang hangat.


Sebuah Awal Baru

"Semua orang senang. Ozil telah menjadi pemain top selama bertahun-tahun. Ini akan menjadi rekrutan besar, tentu saja," kata jurnalis olahraga Turki Ugur Karakullukcu dikutip DW.

Sementara itu, Ozil telah mengatakan semua hal yang tepat di Twitter. Dia menyatakan bahwa Fenerbahce adalah klub favoritnya ketika dia tumbuh besar di Gelsenkirchen.

"Setiap orang Jerman-Turki mendukung tim Turki ketika mereka besar di Jerman. Dan untuk saya itu adalah Fenerbahce. Fenerbahce seperti Real Madrid di Spanyol. Klub terbesar di negara ini."

Ini adalah awal yang baru di Turki untuk Ozil. Beberapa orang mengatakan itu tidak bisa dihindari. Bagaimanapun, gajinya yang besar itu tidak membuatnya mudah dijual.

Klub-klub di Super Lig Turki, di sisi lain, telah lama mengincar Ozil, yang akan bergabung dengan daftar panjang bintang-bintang tua yang pindah ke sana ketika mereka sadar tidak lagi diminati di liga-liga top Eropa. Sebut saja Didier Drogba, Falcao, dan Wesley Sneijder (Galatasaray), Mario Gomez (Besiktas), dan Robin van Persie (Fenerbahce).

Ozil, bagaimanapun, adalah nama yang paling glamor. Darah Turki yang mengalir dalam tubuhnya tentu saja menjadi bonus besar.

"Presiden di sini, di Turki berperilaku seperti pemain poker," jelas Karakullukcu. "Tapi mereka melakukan segalanya setiap tahun dan menjanjikan pemain bintang kepada fans mereka."

Presiden Fenerbahce Ali Koc, lulusan Harvard dan salah satu pengusaha terkaya di Turki, ingin membiayai transfer tersebut melalui perusahaannya, Koc Holding, yang merupakan perusahaan terbesar di negara itu. Sedangkan penguasa media Acun Ilicali, yang juga terlibat, dikatakan memiliki hubungan dekat dengan Ozil dan Presiden Turki Erdogan.

Namun, klub baru-baru ini mengalami masalah keuangan dan banyak utang. Max Kruse mengakhiri kontraknya dengan Fenerbahce dan pindah ke klub Bundesliga Union Berlin sebelum awal musim. Dia mengklaim Fenerbahce telah berhenti membayar sebagian besar gajinya.


Mentalitas Harus Menang Sekarang

Tapi kepindahan Ozil juga dinaungi tanda tanya. Akankah Ozil mampu mengangkat dalam skuat tua yang tidak memiliki striker cepat? Fenerbahce terakhir kali memenangkan liga pada 2014. Kini liga Turki sudah didominasi klub-klub macam sang juara saat ini Basaksehir dan rival lama Istanbul Galatasaray.

"Skuat Fenerbahce dibangun dengan mentalitas 'menang-sekarang' dan Ozil harus melakukannya langsung sejak awal," kata Karakullukcu. "Tapi apakah dia bisa meluncur mulus ke dalam tim? Saya ragu."

Seperti yang dialami Ozil dengan Arsenal, euforia juga dapat dengan cepat berubah menjadi ejekan, kedengkian, atau bahkan kebencian, terutama di sepak bola Turki.

"Pers Turki tidak bermoral," kata Okan Altiparmak, pembuat film dan penggemar Fenerbahce. "Dan di media sosial, ada pertempuran untuk supremasi. Ini seperti propaganda, Anda terus-menerus diserang."

Dan ketika keadaan berjalan sangat buruk, kemarahan para pendukung diarahkan bukan terhadap rival klub, tetapi terhadap pemain mereka sendiri. Well, seperti yang terjadi di Arsenal.

Ya paling tidak itu bukan hal baru bagi Ozil; tekanan dan permusuhan telah menjadi pendamping konstan selama 15 tahun di sepak bola profesional.

Pemain berusia 32 tahun itu telah lama meninggalkan Jerman dan menganggap dirinya sebagai bintang global yang berkomunikasi melalui salurannya sendiri. Dia lebih suka brkomunikasi dalam bahasa Inggris dan Turki. Ya, sejak pengunduran dirinya dari tim nasional Jerman, dia telah banyak mengalihkan fokusnya ke Turki, jadi langkah ini seharusnya tidak mengejutkan.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah Ozil akan mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang diberikan padanya? Menarik dinanti.