BolaSkor.com - Gelandang Arsenal, Mesut Ozil, dikabarkan menolak keputusan klub yang memangkas gaji para pemain pada 12 bulan ke depan. Ozil ingin beberapa hal yang tertuang dalam perjanjian menjadi lebih jelas.

Arsenal mengonfirmasi para pemain dan jajaran pelatih telah menyetujui pemangkasan gaji 12,5 persen sebagai bentuk upaya mengatasi pandemi virus corona. Perjanjian tersebut menyatakan Arsenal akan membayar upah secara penuh jika lolos ke Liga Champions musim ini atau berikutnya.

Selain itu, para pemain juga akan menerima bonus 100 ribu euro saat finis pada empat besar. Sedangkan, ketika lolos ke Liga Europa, para pemain akan mendapatkan 7,5 persen dari pemotongan gaji. Lebih lanjut, setiap pemain yang dijual dan mendapatkan keuntungan, uangnya akan dikembalikan.

Baca juga:

Roman Abramovich, Alasan di Balik Pemotongan Gaji Pemain Chelsea

Efek Virus Corona, Daya Beli Klub-klub Premier League Diprediksi Menurun

Mesut Ozil

"Kami senang mengumumkan telah mencapai kesepakatan sukarela dengan para pemain tim utama kami, pelatih kepala, dan staf pelatih inti untuk membantu klub pada saat yang kritis ini. Langkah ini mengikuti diskusi positif dan konstruktif," jelas Arsenal dalam keterangan resmi.

"Dalam percakapan ini, ada apresiasi yang jelas tentang gawatnya situasi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan keinginan kuat untuk pemain dan staf menunjukkan dukungan mereka untuk keluarga Arsenal."

"Pengurangan total pendapatan tahunan sebesar 12,5 persen akan mulai berlaku bulan ini, dengan dokumen kontraktual yang diselesaikan dalam beberapa hari mendatang. Jika kami memenuhi target spesifik pada musim-musim mendatang, terutama terkait dengan keberhasilan di lapangan, klub akan membayar jumlah yang disepakati."

"Kami akan melakukan pembayaran kembali soal target tersebut yang secara langsung dipengaruhi oleh para pemain. Hal itu mengartikan posisi keuangan kami akan lebih kuat. Perjanjian tersebut didasaro pada asumsi kami akan menyelesaikan musim 2019-2020 dan menerima pendapatan siaran penuh," tambah The Gunners.

"Penghematan yang dihasilkan akan membantu menutupi beberapa risiko keuangan musim ini sehubungan dengan pertandingan dan pendapatan komersial. Kami bangga dan berterima kasih kepada para pemain dan staf karena bergabung bersama mendukung klub, orang-orang, dan komunitas pada masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini merupakan sebagian dari tantangan paling berat dalam sejarah klub."

Namun, berdasarkan kabar Daily Mail, ada tiga pemain yang menolak keputusan tersebut. Satu di antaranya adalah Mesut Ozil. Sang gelandang tak ingin gajinya yang senilai 350 ribu pounds per pekan dipotong.

Mantan pemain Real Madrid tersebut ingin melihat dampak finansial dari pandemi virus corona sebelum mengambil pilihan. Gelandang asal Jerman itu akan sepakat memangkas gajinya jika peraturan soal detail dibuat lebih jelas.

Kabar tersebut sesuai dengan pernyataan agen Ozil, Erkut Sogut pada Maret 2020. Ia menilai, para pemain tidak harus menjadi korban demi menyelamatkan klub.

"Penangguhan kompetisi adalah pilihan, namun tidak dengan pemotongan gaji ketika klub masih dapat menghasilkan keuntungan yang sama seperti tahun lalu," terang Sogut.

Mesut Ozil adalah pemain yang dermawan dalam menggunakan pendapatannya. Gelandang 31 tahun tersebut menyisihkan sebagian dari gajinya untuk beberapa badan amal di luar dunia sepak bola.