Michel, Peramu Taktik yang Menjadikan Girona sebagai Tim Kejutan di LaLiga

Arief HadiArief Hadi - Jumat, 10 November 2023
Michel, Peramu Taktik yang Menjadikan Girona sebagai Tim Kejutan di LaLiga
Pelatih Girona, Michel (LaLiga)

BolaSkor.com - Kejutan dalam sepak bola acapkali dinanti fans karena itu menghadirkan cerita, drama, yang berpotensi jadi sejarah. Seperti halnya cerita cinderella Leicester City kala jadi juara Premier League 2016.

Hal serupa saat ini terjadi di LaLiga 2023-2024, setidaknya dari 12 pekan pertama ketika melihat empat besar klasemen. Bukan Real Madrid atau juara bertahan, Barcelona, yang berada di urutan satu melainkan klub dari Katalunya (seperti Barcelona): Girona.

31 poin dari 12 laga dengan catatan 10 kemenangan, satu kekalahan, satu hasil imbang, mencetak 29 gol, kebobolan 15 gol. Girona terpaut dua poin dengan Madrid di peringkat dua, gagal meraih poin kala melawan Madrid dan Real Sociedad, dua tim yang bermain di Liga Champions.

Girona pun sejajar dengan Madrid dan Barcelona sebagai tim yang setidaknya memenangi 10 dari 12 laga pertama LaLiga, berada di belakang Real Betis (10 pada 1934-1935) dan Atletico Madrid (10 pada 2012-2013 dan 11 pada 2013-2014).

Baca Juga:

Fans di Inggris Tak Bisa Saksikan Aksi Jude Bellingham di El Clasico

Anomali Dua Liga Top Eropa, Tottenham Hotspur dan Girona Puncaki Klasemen

4 Duel Kunci yang Dapat Jadi Pembeda di El Clasico

Para pemain Girona tidak membuat keajaiban di awal musim ini dengan sendirinya. Kombinasi pemain muda, senior, kualitas diracik menjadi 'masakan yang enak' bagi penonton yang menonton pertandingan Girona oleh Michel.

Pelatih berusia 47 tahun dengan nama lengkap Miguel Angel Sanchez Munoz sosok jenius di balik performa hebat Girona. Ia menyajikan sepak bola ofensif yang menghibur fans.

Ketika Girona menang 4-2 atas Osasuna di pekan 12, Michel memainkan laga ke-50 sebagai pelatih Girona dan ia kini punya catatan 23 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 16 kekalahan. Persentase kemenangannya 46 persen menjadikannya yang terbaik dalam sejarah klub.

Pencapaian Michel tak didapat dalam semalam. Ia sebelumnya mengalami kesulitan kala membesut Rayo Vallecano dan SD Huesca, dua klub yang dibawanya promosi tetapi pada akhirnya degradasi kembali, Michel pun dipecat.

Cerita Berbeda

Bersama Girona cerita Michel berbeda. Lembaran baru dimulainya kala ia membawa Girona promosi pada musim pertama melatih klub, kemudian tim finish di urutan enam dan naik kasta ke LaLiga melalui play-off.

Girona dibawanya finish di urutan 10 di LaLiga dan misi tercapai: sintas di LaLiga. Memasuki musim baru target lebih tinggi diberikan untuk Girona, mencoba kembali bertahan di LaLiga seraya mengintip zona Eropa.

Tak disangka, Girona bukan lagi berpotensi besar bertahan atau mengintip zona Eropa, tetapi klub yang bermarkas di Estadi Montilivi punya kans besar berakhir di empat besar, zona Liga Champions.

Bagaimana untuk kans juara? Terlalu dini mengatakannya saat ini, tetapi jika Girona dapat mempertahankan konsistensi, 'Dilly-ding, Dilly-dong' ala Claudio Ranieri di Leicester bisa terjadi kepada Girona.

"Tujuannya adalah untuk mengkonsolidasikan tempat tim di papan atas secepat mungkin," tutur Michel beberapa waktu lalu, dikutip dari laman resmi LaLiga.

"Saya berharap kami dapat melihat ke atas, namun mengumpulkan poin adalah sebuah perjuangan dan saya ingin tim memahami bahwa pekerjaan sehari-hari adalah hal yang akan membawa kami sukses."

Kekuatan di Lini Serang

Start impresif Girona musim ini terjadi berkat kekuatan tim di lini serang. Los Blanquivermell - julukan Girona - menorehkan jumlah gol terbanyak dibanding tim-tim lainnya (24 gol), plus menciptakan paling banyak peluang terbesar (34 peluang).

Itu seolah mempertegas filosofi sepak bola ofensif Michel, yang notabene mantan penyerang tajam pada masanya saat masih bermain, terutamanya dengan Vallecano kala ia jadi top skorer sepanjang masa klub.

Sebaliknya pada sisi defensif, Girona kebobolan 15 gol dan berada di urutan tujuh tim dengan catatan pertahanan terbaik. Sisi defensif Girona itu seyogyanya dapat dilupakan jika tim mencetak lebih banyak gol dan memenangi laga.

"Saya tidak khawatir dengan fase menyerang dalam permainan, karena kami dapat menimbulkan masalah bagi lawan mana pun karena kami memiliki banyak sumber daya," ucap Michel.

Ketika berbicara mengenai sumber daya, Michel tidak salah, Girona memiliki pemain-pemain seperti Daley Blind, Aleix Garcia, Savio, Yangel Herrera, Tsygankov, hingga rekrutan anyar Artem Dovbyk yang sudah mencetak lima gol.

Tidak hanya Michel, Girona juga memiliki Direktur Olahraga bermata 'elang', Quique Carcel, yang melakukan transfer pemain dengan baik. Usai kehilangan Oriol Romeu, Taty Castellanos, dan Rodrigo Riquelme, Girona menemukan penggantinya dengan tepat.

Kontrak Michel dengan Girona bertahan hingga 2026. Menarik untuk dinanti seberapa jauh Girona dapat terus melangkah untuk mengukir keajaiban di Spanyol.

Girona LaLiga Michel Sosok
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

11.362

Bagikan