BolaSkor.com - Hal pertama yang dilakukan Ole Gunnar Solskjaer ketika ditunjuk melatih Manchester United Desember lalu, menggantikan Jose Mourinho, adalah mempertahankan Michael Carrick, Kieran McKenna, dan menunjuk Mike Phelan.

Keputusan pertama yang dibuatnya itu sangatlah tepat dan memperlihatkan jelas, bahwa Solskjaer sudah sangat memahami apa yang dibutuhkannya untuk mengangkat Man United dari zona kegelapan Mourinho.

Carrick-McKenna dipertahankan karena sudah mengenal pemain-pemain dalam skuat terkini, sementara Phelan ditunjuk karena sudah sangat memahami kultur United, setelah bertahun-tahun menjadi asisten manajer dan belajar dari Sir Alex Ferguson.

Solskjaer melakukan satu hal besar yang tidak dapat dilakukan David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho. Ketiga manajer itu berusaha mengangkat performa Man United tanpa bayang-bayang dinasti peninggalan Ferguson - dan tidak ada yang berhasil melakukannya.

Baca Juga:

Nemanja Vidic Ramal Manchester United Kalahkan Liverpool 2-1

Ander Herrera, Pemimpin Tanpa Ban Kapten di Balik Kebangkitan Manchester United

Kebangkitan Man United Dibangun Berdasarkan Kepercayaan antara Pemain dengan Solskjaer

Mike Phelan dan Sir Alex Ferguson

Selama enam tahun menjalani era tanpa Ferguson Man United memang mampu meraih trofi Piala FA, Piala Liga, dan Liga Europa, tapi, itu semua tidak bertahan lama. Man United kemudian menunjuk Solskjaer dan penampilan tim langsung meningkat secara signifikan.

Sejak momen penunjukkan Solskjaer, lalu Man United melalui 13 laga beruntun di seluruh kompetisi dengan 11 kemenangan, satu hasil imbang (2-2 kontra Burnley), dan satu kekalahan (0-2 dari Paris Saint-Germain), fans mungkin berpikir "Ternyata Man United memang tidak bisa lepas dari bayang-bayang Ferguson."

Sebuah dinasti tidak akan bertahan lama. Tapi, nilai-nilai dari dinasti itu masih bisa terus berlanjut jika penerus dari ideologi pemimpin melanjutkan warisan sang pemimpin. Hal itu disinyalir berlaku untuk Barcelona dan juga Man United saat ini.

Penunjukan Phelan terkesan sederhana. Mungkin, banyak yang mengecilkan peran asisten pelatih atau manajer dengan pemikiran "Asisten pelatih tidak punya pengaruh apa-apa, yang penting pelatih atau manajernya." dan lain sebagainya.

Tapi Phelan berbeda. Layaknya Peter Taylor, asisten Brian Clough, di balik kesuksesan melatih Derby County dan Nottingham Forest, Phelan pun demikian. Pelatih asal Skotlandia tahu persis dapur Man United laiknya Solskjaer dan Carrick.

Peter Taylor dan Brian Clough

Identik dengan celana pendeknya ketika memimpin sesi latihan, Phelan bak pelatih American Football dengan teriakannya kala memberi instruksi kepada para pemain, memerhatikan tiap sisi permainan United, dan membantu Solskjaer mengatur tim.

Phelan tidak asing lagi dengan Carrington, pusat pelatihan Man United. Sebelum didepak oleh Moyes di tahun 2013, Phelan sudah 12 tahun berada di Manchester United dan belajar banyak dari Ferguson mengenai: manajemen, wawasan taktik, metode kepelatihan, dan yang paling terpenting, memaksimalkan potensi pemain.