BolaSkor.com - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, merasa dirinya telah pulih dari virus corona. Arteta menyatakan sudah lebih baik dan tidak lagi mengalami sakit seperti periode awal.

Mikel Arteta menjadi manajer pertama di Premier League yang dinyatakan positif virus corona. Manajer 37 tahun tersebut positif terjangkit virus corona pada 12 Maret.

Kabar tersebut tidak lama setelah presiden Olympiakos, Evangelos Marinakis, dinyatakan terpapar virus corona. Evangelos sempat datang ke Emirates Stadium untuk melihat laga melawan Arsenal di Piala Eropa.

Baca Juga:

Liga Ditunda karena Virus Corona, Liverpool Tetap akan Diberikan Titel Premier League

Tak Ada Garansi Liverpool Dapatkan Trofi Premier League

Dampak Virus Corona: 4 Cara Premier League Akhiri Musim Ini

Mikel Arteta

Kini, setelah beberapa hari berselang kondisi Arteta mulai membaik. Bahkan, mantan tangan kanan Pep Guardiola itu merasa sudah pulih.

"Saya butuh tiga atau empat hari untuk mulai merasa lebih baik. Saya merasakan lebih banyak energi dan menghilangkan gejalanya," ujar Arteta seperti dikabarkan BBC.

"Saya sangat baik saat ini. Saya merasa sudah pulih," timpalnya.

Mikel Arteta pun mulai terbuka soal bagaimana dirinya mengetahui terpapar virus corona. Arteta merasa tidak enak badan dan segera melakukan tes.

"Saya mendapatkan telepon dari dewan direksi. Mereka mengatakan jika presiden Olympiakos telah positif terjangkit dan semua orang yang melakukan kontak akan berisiko," tegas Arteta pada akhir pekan lalu.

"Kemudian, saya memberi tahu mereka jika merasa tidak enak badan. Kami melakukan hal tersebut karena punya banyak pemain yang telah melakukan kontak dengan mereka," sambungnya.

"Kami akan berlaga melawan Manchester City pada hari berikutnya. Jelas kami tidak bisa membayangkan banyak orang tidak mengatakan apa-apa."

"Semua oarang yang berhubungan dengan saya harus melakukan karantina. Akibatnya, pertandingan harus ditunda," tegas Arteta.

Sejauh ini belum ada jaminan Premier League akan kembali dilangsungkan. Meski sudah ada jadwal baru, namun masih harus menunggu perkembangan terkini virus corona di Inggris.