BolaSkor.com - Basque merupakan salah satu kawasan di Spanyol yang memiliki dua klub besar yang cukup dikenal di Spanyol: Athletic Club Bilbao dan Real Sociedad. Keduanya memiliki karakteristik dan tradisi masing-masing, khususnya dalam mengembangkan pemain muda.

Berbeda dari Bilbao yang punya filosofi paten tidak pernah menggunakan servis pemain asing, atau lebih tepatnya pemain non-Basque, di dalam skuat mereka, Sociedad masih sedikit lebih longgar dalam menerapkan kebijakan.

"Concantera y aficion, no hacefaltaimportacion" yang artinya: dengan talenta pemain lokal dan dukungan masyarakat lokal, jasa pemain asing tidak dibutuhkan. Bilbao memegang teguh prinsip itu sampai sekarang.

Bilbao dan Sociedad rival di Spanyol serta memiliki kekurangan serta kelebihannya masing-masing. Tapi, ada satu benang merah atau kesamaan khusus di antara kedua klub itu: selalu menelurkan produk akademi di tim utama dan memberinya kesempatan bermain.

Baca Juga:

Piala Eropa U-21: Spanyol Tantang Jerman di Final

Luca Waldschmidt: Menggila di Piala Eropa U-21, Jerman Temukan Suksesor Miroslav Klose

Bintang Timnas Spanyol U-21 Menolak Dijual oleh Real Madrid

Athletic Bilbao dan Real Sociedad, dua klub besar dari Basque

Bilbao sudah barang pasti melakukannya karena mereka tak punya banyak opsi untuk dibeli, terkekang oleh prinsip. Namun untuk Sociedad, mereka tidak begitu saja membeli pemain-pemain non-Basque, La Real mengombinasikan beberapa hal dalam skuat mereka.

Boleh saja ada pemain asing datang ke Anoeta. Tidak masalah. Asal di dalam skuat Sociedad ada kombinasi: pemain asing, muda berbakat dari akademi Sociedad, serta pemain senior (yang biasanya keturunan Basque).

Produk akademi Real Sociedad Cantera pun tidak main-main. Xabi Alonso dan Antoine Griezmann merupakan dua nama alumni akademi mereka. Kini, ada satu nama yang diprediksi berharga mahal di masa depan. Dia adalah Mikel Oyarzabal.

Penyerang Sayap tapi Lamban

Pemain-pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap biasanya lumrah dilihat dengan kecepatan dan akselerasi ketika membangun serangan. Tapi Oyarzabal berbeda. Tipikal bermainnya terbilang unik dan seolah memberikan cara baru untuk bermain efektif.

Berkaki kidal dan lebih suka bermain di sisi kiri permainan, entah itu sebagai gelandang sayap kiri atau penyerang sayap kiri, Oyarzabal punya kekurangan dari segi kecepatan ketika mendribel bola.

Oyarzabal menutupi kekurangannya itu dengan permainan yang cerdas yang diperlihatkan melalui kemampuannya mengubah pergerakan, membaca permainan, visi bermain dan operan yang akurat.

Andai Oyarzabal ditempatkan sebagai penyerang sayap kanan maka ia akan terlihat seperti pemain Manchester City, Riyad Mahrez, lalu menjelma jadi inverted winger: penyerang sayap yang tidak ortodok dalam pendekatannya dan lebih sering melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan.

Mikel Oyarzabal bisa tiba-tiba bergerak di sisi tengah permainan

"Oyarzabal tidak bermain seperti penyerang sayap konvensional karena dia tak punya kecepatan. Oyarzabal menggunakan perubahan gerak cepat dengan gelandang lainnya untuk mengeksploitasi bek-bek lawan," tulis Griffin O'Neill dalam tulisannya di Outsideoftheboot.

Gaya mainnya itu menyulitkan lawan membaca permainannya. Oyarzabal, selain bergerak di sisi sayap, biasanya memulai serangan dari serangan balik di lini tengah, mengubah arah, lalu tiba-tiba bola sampai ke kaki rekan setimnya.

Permainan cerdasnya itu berpotensi menjadikan pemain berusia 22 tahun jenius sepak bola baru - jika kemampuannya terus diasah. Pola pikir Oyarzabal semakin meningkat karena ia juga tengah menempuh pendidikan di Universitas Deusto dan mengambil jurusan bisnis.

Sekali lagi, Real Sociedad Cantera menelurkan talenta yang menapaki jalur Alonso dan Griezmann. Konon katanya, dari kabar Sport-English, Oyarzabal dibidik oleh Barcelona.