BolaSkor.com - "Hidup harus lebih baik, lebih kaya, dan lebih mencukupi untuk semua orang. Semua kesempatan tergantung pada kemampuan dan raihan setiap orang," - James Truslow Adams, 1931.

Ucapan Adams tersebut menjadi landasan etos kerja American Dream tertanam dalam diri setiap penduduk Amerika Serikat. Sejak kecil, mereka meyakini idealisme tersebut bisa menghadirkan kesuksesan.

Dalam etos American Dream, orang-orang di AS percaya siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, terlepas dari kondisi ekonomi mereka saat lahir.

Sejatinya American Dream berlandas pada deklarasi kemerdekaan AS. Di sana terdapat kalimat "semua orang tercipta setara dan memiliki hak untuk mengejar kebahagiaan."

Baca Juga:

Supremo UFC Tak Kuasa Ubah Keputusan Pensiun Khabib Nurmagomedov

Tak Ada yang Paling Alpha, Michael Jordan dan Khabib Nurmagomedov Juga Bisa Menangis

Dana White

Kepercayaan terhadap American Dream lah yang membuat banyak pemuda AS berani bermimpi setinggi mungkin. Tidak terkecuali putra June dan Dana White Sr, Dana White Jr.

Lahir dari keluarga imigran Irlandia, White Jr. dan adiknya, Kelly, tidak hidup dari keluarga kaya. Ayahnya meninggalkan mereka sejak kecil sehingga White dibesarkan keluarga ibunya.

Ayah White adalah seorang alkoholik yang tidak bekerja. Sementara ibunya harus bekerja di beberapa tempat sehingga White dan adiknya sempat sering berdua di rumah.

Kondisi keluarga yang berantakan membuat pendidikan White kacau balau. Dia sempat dikeluarkan dari SMA dan dua kali keluar dari universitas, Quincy College dan UMass Boston.

Akan tetapi, pria kelahiran Connecticut itu serius dengan dunia tinju sejak berusia 17 tahun. Sayangnya berbagai kesempatan tidak bisa White dapatkan karena jenjang pendidikan.