BolaSkor.com - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, boleh saja bergembira hati karena dipastikan kembali membalap pada MotoGP Portugal, Minggu (18/4). Namun, sesungguhnya itu akan menjadi misi mustahil bagi The Baby Alien.

Tertinggal dua balapan, Marquez perlu mengejar 40 poin jika ingin menggusur Johann Zarco dari pemuncak klasemen. Bagi rider asal Spanyol itu, tak pernah ada yang mustahil memang.

Berbagai keajaiban pernah dilakukan Marquez. Termasuk sesaat sebelum mengalami insiden pada MotoGP Jerez 2020.

Marquez melakukan keselahan sehingga tergusur ke posisi buncit. Akan tetapi, dalam beberapa lap, pembalap berusia 28 tahun itu bisa kembali ke tiga besar.

Sayang, Marquez mengalami insiden yang membuatnya cedera tulang humerus kanan dan menepi hingga akhir musim. Setelah menjalani tiga kali operasi, juara dunia MotoGP 2019 itu akhirnya sembuh.

Baca Juga:

Percaya pada Zarco, Perjudian Pramac Ducati Tak Percuma

Marquez Kembali, Rider Lain Wajib Nyalakan Tanda Bahaya

Banyak yang percaya Marquez bisa langsung menyabet podium pada balapan pertama. Rider penguji Repsol Honda, Stefan Bradl, optimistis itu bisa terjadi.

Akan tetapi, nada pesimistis keluar dari pengamat MotoGP, Michael Laverty. Kembalinya Marquez dinilai tak akan seindah dongeng.

“Marquez akan memiliki periode adaptasi. Saya tidak berpikir dia akan tiba di Portugal dan berdiri di tangga teratas podium, sebanyak yang semua orang anggap dongeng itu mungkin," ujar Michael dikutip dari BT Sport.

“Saya masih berpikir dia harus kembali dengan ambisi yang realistis melawan orang-orang yang telah tumbuh dengan ketidakhadirannya,” imbuh Laverty.

Selama absen, pembalap MotoGP lain seperti Fabio Quartararo, Maverick Vinales, Joan Mir, hingga Alex Rins terus berkembang positif.

Para debutan seperti Jorge Martin, Enea Bastianini, dan Luca Marini juga tak boleh dianggap remeh. Bila ingin menjadi juara dunia, Marquez perlu melawan semua yang ada di lintasan MotoGP.

“Jika Marquez kembali, tidak perlu khawatir tentang cedera dan dapat balapan dengan kemampuan penuhnya, maka tidak ada keraguan bahwa itu akan menjadi Marc Marquez melawan semua orang pada balapan berbeda," ujar Laverty.