BolaSkor.com - MotoGP 2019 telah menggelar enam putaran. Namun dari empat pembalap (dua pembalap tim pabrikan dan dua pembalap tim satelit) yang mengendarai motor Honda RC213V, hanya satu sosok yang bisa kompetitif.

Dia adalah Marc Marquez. Pembalap asal Spanyol ini bisa finis pertama tiga kali dan naik podium kedua sebanyak dua kali. Dia pun sedang memimpin klasemen.

Baca Juga:

Marc Marquez Tak Sabar Berjumpa Penggemar di Katalunya

Jorge Lorenzo Usai Datang Langsung ke Markas Honda di Jepang: Sangat Menarik

Cal Crutchlow
Cal Crutchlow (Zimbio)

Selain Marquez, tiga pembalap Honda lainnya punya rapor merah. Pembalap tim satelit LCR Honda, Cal Crutchlow berada di posisi tujuh klasemen. Usai sempat naik podium ketiga MotoGP Qatar, setelah itu, sinarnya meredup.

Rekan setimnya, Takaaki Nakagami bercokol di urutan sembilan klasemen. Hasil terbaiknya hanya finis kelima MotoGP Italia. Rekan setim Marquez, Jorge Lorenzo lebih buruk lagi.

Pembalap sekaliber juara dunia MotoGP tiga kali, hasil terbaiknya: urutan sebelas MotoGP Prancis. Fakta ini tentu sangat misterius. Anggapan motor Honda memang diriset untuk Marquez kembali mengemuka.

Namun Crutchlow menerangkan, Marquez sejatinya juga kesulitan menaklukkan motor RC213V musim 2019 yang memiliki karakteristik power mesin lebih besar ketimbang motor tahun lalu.

Menurut Crutchlow cukup melihat kegagalan Marquez menang lomba di Sirkuit Mugello untuk mengetahui sang juara bertahan juga bekerja keras di atas motor RC213V.

"Marc selalu menemukan solusi, ia melakukannya setiap lomba. Jika ia merasa baik, pasti menang lomba dan (di Mugello), ia tidak menang," Crutclow menerangkan.

"Mugello merupakan sirkuit sulit untuk Honda beberapa tahun terakhir dan ia melakukan pekerjaan luar biasa untuk finis kedua. Saya yakin, perasaannya terhadap motor tidak sebaik di sirkuit lain," lanjutnya.*