BolaSkor.com - Pemandangan langka terlihat di Anfield, markas Liverpool pada pekan 36 Premier League melawan Stoke City. Tim super ofensif seperti The Reds menjadi tumpul di depan pendukungnya sendiri, hingga laga berakhir dengan skor kacamata.

Padahal, dalam pertandingan tersebut Jurgen Klopp menurunkan dua jenderal perang terbaiknya, Roberto Firmino dan Mohamed Salah - minus Sadio Mane yang cedera. Khusus untuk Salah, catatan golnya terhenti di angka 43 di seluruh kompetisi pasca laga melawan Stoke.

Hasil tersebut semakin menyulitkan Liverpool untuk coba merebut posisi runner-up Manchester United. Sedangkan untuk Stoke, satu poin itu bermakna karena menjaga asa sintas di Premier League untuk musim depan.

Kendati demikian, tim tuan rumah tetap menyayangkan hasil imbang tanpa gol tersebut. Apalagi selepas laga, Salah terlihat berjalan tertatih karena tekel dan pelanggaran keras dari tim lawan. Dengan torehan 43 golnya di seluruh kompetisi, Salah telah "resmi" menjadi target bagi lawan untuk dihentikan. Persis seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Menjelang akhir laga, wasit juga mengabaikan permintaan penalti Liverpool kala Erik Pieters menarik tangan Salah di area 16 meter Stoke. Klopp turut angkat bicara. Secara tidak langsung, manajer asal Jerman itu meminta proteksi lebih dari pengadil lapangan kepada winger asal Mesir itu.

"Mo mungkin pemain paling ofensif di Premier League, namun dia mengatasinya (tidak tersulut emosinya ketika dilanggar) dengan baik. Saya tidak bertanggung jawab untuk menilai aturan, itu tugas wasit, dan jika dia berpikir semuanya baik-baik saja dan menargetkan level itu, saya tidak bisa mengubahnya," cetus Klopp di Goal, Minggu (29/04).

"Inilah peraturannya dan ini bukan area abu-abu (ketidakjelasan). Jika ada sebuah pelanggaran, maka itu sudah jelas. Inilah sepak bola, sarat akan duel fisik, tapi, jika berlebihan, maka berlebihan: tendangan bebas, kartu kuning, apapun itu. Saya tidak bisa mengubahnya," tuturnya.

Cenderung semrawut memang omongan Klopp alias berputar-putar. Namun, intinya adalah ia meminta wasit lebih melindungi Salah dari lawan yang coba mengincarnya dan menghentikannya dengan berbagai cara. Tapi, cara berbicara Klopp tersebut cenderung tidak ingin terlihat "menyerang" wasit dan berpotensi menerima hukuman karenanya.

Salah memang jadi pemain yang fenomenal musim ini. Sejak diboyong dari AS Roma, torehan golnya terus bertambah sampai pembicaraan publik mengarah kepada kelayakannya meraih Ballon d'Or, atau setidaknya menjadi kandidat di antara dua "alien", Ronaldo dan Messi.