BolaSkor.com - Pemain sayap Manchester City, Riyad Mahrez, mengaku pernah sangat dekat bergabung dengan Liverpool. Namun, kesepakatan tak tercapai lantaranThe Reds telah memboyong Mohamed Salah.

Riyad Mahrez menjadi satu di antara bisnis paling menguntungkan di Premier League. Leicester City memboyong pemain asal Aljazair itu hanya dengan harga 450 ribu pounds dari La Havre pada 2014.

Baca Juga:

Sukses di Barcelona, Pep Guardiola Dianggap Hanya Beruntung

Keras Kepala Menjadikan Pep Guardiola sebagai Pelatih Top Eropa

Riyad Mahrez

Tidak butuh waktu lama bagi Mahrez membawa Leicester meraih prestasi. Tidak tanggung-tanggung, The Foxes menjadi yang terbaik di Premier League 2015-2016.

Selama membela Leicester, ia mencatatkan 46 gol dalam 190 penampilan. Mahrez juga menjadi pemain terbaik versi PFA pada 2016.

Setelah keberhasilan tersebut, Mahrez laris manis di pasaran. Namun, Leicester bisa mempertahankan sang pemain satu musim lagi sebelum menjualnya ke Manchester City pada musim panas 2018. Ketika itu, Mahrez dihargai 60 juta pounds.

Rupanya, sebelum menuju The Citizens, Mahrez sempat dekat dengan Liverpool. Namun, transfer tersebut batal karena The Reds memboyong Mohamed Salah.

"Sebelum meneken kontrak dengan Manchester City, ada ketertarikan dari Liverpool kepada saya. Namun, setelah mereka merekrut Mohamed Salah, semuanya selesai," tegas Mahrez seperti dikabarkan Goal.

Pada musim perdana di Manchester City, Mahrez tampil dalam 44 laga dengan torehan 12 gol plus 12 assist. Kini, sebelum kompetisi dihentikan karena pandemi virus corona, Mahrez mendulang sembilan gol plus 14 assist.

Menilik performanya, Mahrez tidak tampil mengecewakan. Namun, pertanyaan berikutnya adalah apakah Liverpool keliru dengan lebih memilih Mohamed Salah daripada Riyad Mahrez?