BolaSkor.com - Levante merupakan salah satu lawan paling menyulitkan Barcelona di LaLiga. Itu bisa dilihat dari catatan sebelum laga keduanya di pekan 32 LaLiga, di mana Levante rata-rata mencetak 3,3 gol per laga ke gawang Barcelona.

Levante juga jadi satu dari empat klub yang menang atas Barca lebih dari sekali di LaLiga sejak musim 2017-2018. Barcelona pun kesulitan melawan mereka di Estadio Ciudad de Valencia, Senin (11/04) dini hari WIB.

Barcelona menguasai penguasaan bola 64 persen, melepaskan 14 tendangan (tujuh tepat sasaran). Tapi Levante juga efisien dengan enam sepakan tepat sasaran dari hanya 36 persen penguasaan bola.

Dua gol Levante dicetak Jose Luis Morales (52') dan Gonzalo Melero (83') dari penalti, sedangkan Barca dari Pierre-Emerick Aubameyang (59') dan Pedri (63'). Butuh gol dari Luuk de Jong di menit 90+2 untuk jadi pembeda laga.

Baca Juga:

Hasil Pertandingan: Barcelona Menang Dramatis, AC Milan Ompong

Masa Depan Dembele di Barcelona Kembali Gelap

5 Alasan Robert Lewandowski Harus Pindah ke Barcelona

Gol dari De Jong itu menjaga momentum Barcelona yang kini tak terkalahkan di 15 laga beruntun: empat kali imbang dan 11 kali menang. Selain itu gol dari De Jong semakin membungkam kritikan yang datang.

Bukan rahasia lagi kala De Jong direkrut pada musim panas 2021, sebagai pengganti Antoine Griezmann yang pergi ke Atletico Madrid, banyak yang skeptis kepadanya.

De Jong sudah berusia 30 tahun ke atas dan gaya mainnya dinilai tak ideal untuk Barcelona (yang masih dilatih Ronald Koeman). De Jong pun dinilai bakal kehilangan tempat bermainnya di era Xavi.

Akan tapi sang pelatih memercayainya dan De Jong, dengan profesional, membalas kepercayaan itu. Lima gol yang ditorehkannya terjadi di momen krusial melawan Levante, Espanyol, Real Madrid, Granada, dan Mallorca.

Berkat gol-golnya menurut Opta Barcelona memenangi enam poin di La Liga musim ini, tiga gol terakhirnya tercipta di menit 90 atau waktu tambahan. De Jong juga jadi pemain pertama setelah Luis Suarez (musim 2015-2016) yang mencetak lima gol dari tandukkan kepala.

Selalu ada ketika dibutuhkan. Itulah pesan De Jong kepada Xavi dan perannya di Barcelona. Dia menuturkan hal tersebut selepas laga berakhir.

"Mencetak gol itu luar biasa, tapi melakukannya sampai mati (waktu tambahan) untuk memenangkan pertandingan, yang telah saya lakukan beberapa kali, selalu istimewa. Itu bukan perasaan yang normal," ucap De Jong dikutip dari Sport-English.

"Saya senang untuk tim. Ketika mereka membutuhkan saya, saya di sini. Saya harus menunggu kesempatan saya."

“Tim tahu apa yang harus mereka lakukan ketika saya memasuki lapangan. Kapan pun mereka bisa, dapatkan bola di area dan menghasilkan bahaya. Saya terkena Covid, tetapi saya tidak memiliki gejala. Saya merasa bahwa saya bisa terus bermain, tapi saya tidak bisa."

“Kami memiliki banyak kepercayaan diri. Kami belum bermain bagus, tetapi kami telah menang. Dan itu membantu tim tumbuh. Kami harus melakukan yang lebih baik karena ini bukan level kami. Kami bisa bangga dengan tim," urai De Jong.