BolaSkor.com - Berbicara soal pendidikan sepak bola usia dini berarti memaksimalkan banyak hal, di antaranya paling pokok adalah peran pemain, klub, fasilitas latihan, turnamen usia muda dan orang tua.

Proses pembelajaran akan berjalan sesuai harapan saat semua faktor dalam ekosistem pembinaan tersebut saling berhubungan dengan baik. Persib Bandung coba menggali beberapa orang tua pemain untuk berbicara pengalamannya saat menemani sang buah hati berlatih sepak bola.

Bertajuk Persib Talks, mereka menggelar acara dengan tema Mewujudkan Cita-Cita Menjadi Pemain Profesional. Dalam acara ini, Persib medatangkan tiga pembicara, Budi Nugraha, Saiful dan Ardi Maulana.

Ketiganya berbagi pengalaman dengan peserta yang hadir, bagaimana cara menjadi pemain sepak bola profesional. Bagaimana peran orang tua, lingkungan dan konsistensi menjaga motivasi pemain dalam mencapai cita-cita sebagai pesepak bola profesional kedepannya.

Baca Juga:

Persita Tangerang Menang 1-0 atas Bhayangkara FC pada Laga Uji Coba

Cara Persija Jakarta Hadapi Jadwal Padat Lanjutan Liga 1 2020

Budi merupakan orang tua dari Gian Zola dan Beckham Putra Nugraha. Ia berhasil mengantarkan kedua putranya meraih mimpi sebagai pemain sepak bola profesional. Beckham dan Zola kini menjadi pemain Persib. Bahkan, penampilan apik mengantarkan Beckham menjadi pemain Timnas Indonesia U-19/U-20 yang saat ini sedang pemusatan latihan di Kroasia.

Sementara dua pembicara lainnya adalah pemain PERSIB U-20 yang dipromosikan ke tim senior. Saiful dan Ardi merupakan dua dari empat pemain Diklat PERSIB yang masuk menjadi bagian tim Pangeran Biru untuk kelanjutan kompetisi Liga 1 2020.

Budi mengatakan, sebagai pecinta sepakbola asal Bandung, menjadi pemain Persib adalah cita-citanya sejak kecil. Namun, saat mimpimya tak tercapai, ia tetap menyimpan dan berharap dilanjutkan oleh anak cucunya. Mimpinya pun kini terwujud oleh Zola dan Beckham.

"Satu waktu saya ajak mereka ke Stadion Siliwangi, saya bilang sama mereka, kalian harus menjadi pemain Persib, disaksikan ribuan Bobotoh seperti ini," ujar Budi.

"Ternyata, mimpi dan harapan saya sejalan dengan keinginan mereka, akhirnya mimpi saya pun diwujudkan sama Zola dan Beckham."

"Jangan memaksakan anak untuk menjadi pemain bola. Namun, peran orangtua penting, kalau anak-anak suka sepakbola, dukung total. Jangan setengah setengah. Untuk orang tua juga, serahkan dan percayakan semuanya ke pelatih. Motivasi terus beri, tambah latihan mandiri di rumah," ucapnya.

Sementara Saiful mengaku jika selain kerja keras di lapangan, ada doa restu dari orang tuanya yang mengantarkan hingga bisa seperti saat ini. Pemain Persib U-20 ini mengatakan, jika orang tuanya menjadi sosok paling penting dalam mencapai karier hingga bisa seperti saat ini.

Selain materi untuk mendukung keperluan Saiful selama menimba ilmu sepakbola, dukungan secara moral menjadi penting buatnya. Motivasi selalu diberikan orang tuanya sehingga selalu semangat dalam meraih cita-cita.

"Peran orang tua pastinya yang pertama. Motivasi, materi dan selalu mendukung mimpi saya menjadi pesepak bola profesional. Selain, tim pelatih, manajemen dan rekan setim yang juga punya peran di luar keluarga. Selebihnya, saya yang harus bisa menekan rasa malas, jenuh dan harus selalu semangat dalam jalan meraih cita-cita," kata Saiful.

Motivasi yang dilakukan sang ibu pun masih dikenang oleh Saiful. Karena tak serius dalam berlatih, malas-malasan membuat sang ibu jengkel. Ancaman sang ibu adalah membakar sepatu sepak bolanya. Itu dilakukan sebagai dukungan supaya Saiful tidak malas dalam melakukan apapun kegiatannya.

"Sepakbola juga adalah arahan dari orang tua yang tidak suka lihat saya main layangan dan nangkep bunglon. Disuruh nyari kegiatan yang lebih positif, sepak bola usulannya. Padahal saya tidak suka sepak bola," ujar Saiful.

"Tapi, dijalani dan akhirnya suka, juga melihat Lionel Messi, suka gaya mainnya. Jadi, penentuan sepak bola saat itu adalah jasa ibu," pungkasnya.