BolaSkor.com - Aston Villa akan kembali ke Old Trafford, markas Manchester United usai menang 1-0 di awal musim ini pada ajang Premier League. Kali ini pertemuan kedua tim terjadi di ajang Piala FA.

Man United akan menjamu Villa, Selasa (11/01) pukul 02.45 dini hari WIB, pada putaran 32 besar Piala FA. Tuan rumah tengah banyak mendapatkan sorotan dari hasil yang diraih belakangan ini.

Sebelum melawan Villa, United kalah 0-1 dari Wolverhampton Wanderers di Premier League. Itu jadi kekalahan pertama Ralf Rangnick sebagai manajer United serta kemenangan pertama bagi Wolves sejak 1980.

Tapi bukan hanya itu saja yang disorot, melainkan penampilan Harry Maguire dkk yang kembali bermain seperti di era Ole Gunnar Solskjaer: tak punya semangat menang dan bermain tanpa pola yang jelas.

Baca Juga:

Hasil Undian 32 Besar Piala FA: Juara Bertahan Jumpa Penakluk Arsenal

Efek Samping Ralf Rangnick yang Mulai Terasa

Level Kebugaran Tak Mumpuni, Sulit bagi Man United Terapkan Gegenpressing

Manchester United pasca kalah dari Wolves

Hal tersebut dapat dilihat dengan hanya dua sepakan tepat sasaran yang ditorehkan United. Terlebih selepas laga itu banyak pemberitaan miring soal United mulai dari pemain-pemain yang ingin hengkang karena tak bahagia, hingga kabar para pemain tak suka dengan metode latihan Rangnick.

Kendati demikian hal tersebut tak membuyarkan fokus Villa. Manajer Villa dan juga legenda Liverpool, Steven Gerrard tak percaya United dalam kondisi kritis dan melemah, apalagi dengan skuad bertabur bintang yang mereka miliki.

“Saya mengharapkan reaksi dari mereka (United). Saya menonton pertandingan melawan Wolves. Tampaknya ada banyak rasa frustrasi," tutur Gerrard dikutip dari Mirror.

"Saya mendengarkan manajer (Rangnick), dia kecewa dengan hasilnya. Faktanya, mereka punya pemain kelas dunia. Ini pertandingan yang sangat sulit bagi kami. Sebuah tantangan besar."

“Kami tidak akan mendekati ini seperti ada krisis yang terjadi di United. Kami akan bersiap untuk Manchester United sebaik mungkin karena ini adalah tim yang dipenuhi dengan pemain kelas atas."

"Jadi, akan sangat bodoh dan naif untuk berpikir bahwa kami akan menghadapi tim lemah yang sedang mengalami masa-masa sulit," tegas eks pelatih Rangers itu.

Gerrard bahkan simpatik dengan Rangnick yang berani mengambil jabatan manajer di tengah musim. Menurutnya, tidak mudah bagi pelatih atau manajer melatih satu tim di tengah musim.

“Sangat menantang untuk mengambilalih tim di pertengahan musim. Laga semakin banyak dan cepat. United juga memiliki pertandingan di Eropa," imbuh Gerrard.

“Manajer mana pun lebih suka datang selama musim panas dan menjalani pramusim penuh untuk mencoba hal-hal dalam pertandingan persahabatan, untuk mengubah dan bereksperimen, dan menambah pemain. Di pertengahan musim Anda harus menganalisis semua yang telah terjadi."

“Anda harus menemukan sistem dan solusi yang tepat. Anda harus menyampaikan identitas Anda dalam waktu sesingkat itu. Anda juga harus membuat orang setuju dan menanggapi Anda. Ada berbagai macam tantangan yang berbeda untuk Anda hadapi."

“Saya jauh lebih kurang berpengalaman daripada manajer United, tetapi Anda biasanya mendapatkan 'manajer baru yang terpental'. Itu banyak terjadi. Tetapi setelah jangka waktu tertentu, ada di pundak manajer untuk memastikan tim menunjukkan performanya.”

Sebagai manajer Gerrard memang minim pengalaman, tapi sebagai mantan pemain dia sudah menghadapi United 35 kali di seluruh kompetisi (13 kali menang, 20 kali kalah, dua kali imbang).