BolaSkor.com - Kesuksesan pebulu tangkis Guatemala, Kevin Cordon, menembus babak semifinal tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020 tak lepas dari tangan dingin Muamar Qadafi. Dari sosok yang tak dikenal, pelatih asal Kabupaten Sukoharjo itu bisa membuat Kevin tampil luar biasa.

Muamar Qadafi merupakan satu dari sekian banyak pelatih asal Indonesia yang berkarir di luar negeri. Muamar Qadafi banting setir menjadi pelatih setelah karir sebagai pemain tak berkembang.

Baca Juga:

Apriyani Rahayu, Jago Jebol Pertahanan Lawan di Bulu Tangkis dan Sepak Bola

Greysia Polii dan Sepak Bola Italia

Ayah Muamar Qadafi, Suratman
Ayah Muamar Qadafi, Suratman. (BolaSkor.com/Putra Wijaya)

Sebagai sosok di belakang layar, Muamar Qadafi bisa meraih prestasi membanggakan. Dia berhasil mengantarkan pemain didikannya menjadi pemain paling mencuri perhatian di Olimpiade 2020.

Kisah ini diceritakan sang ayah, Suratman (65), ketika awak media, termasuk BolaSkor.com, mengunjungi kediamannya di Grogol, Sukoharjo, Selasa (3/8) siang.

Anak Pengelola Kantin, PB Djarum, dan Karier Pelatih

Muamar Qadafi
Ayah Muamar Qadafi, Suratman. (BolaSkor.com/Putra Wijaya)

Perjalanan Qadafi dimulai ketika Suratman menjadi pengelola kantin GOR Setia yang berada di Jalan Bhayangkara, Tipes, Solo. Menjadi bagian dari tim Golden Star, Qadafi sukses meraih beragam prestasi sebagai tunggal putra.

"Saat sekolah dasar belum lulus, Qadafi sudah diambil PB Djarum Kudus. Dia gabung tanpa audisi karena sudah berprestasi saat mengeikuti kejuaraan tingkat pemula," ucap Suratman.

Perjalanan Qadafi sebagai pebulutangkis tunggal putra tak berjalan mulus. Prestasinya mengalami penurunan hingga membuat kebersamaan dengan PB Djarum Kudus terhenti pada kelas taruna.

Setelah lulus SMA, Qadafi tak lagi menjadi atlet. Dia banting setir menjadi pelatih. Perjalan pun dimulai ketika rekannya yang menjadi sparing partner di Peru pulang ke Indonesia.

"Temannya itu pulang sambil cari pelatih untuk Peru. Kemudian Qadafi ditawari dan mau berangkat ke sana. Setelah Peru, kemudian Qadafi ke Guatemala. Sempat juga beberapa tahun di Meksiko," jelas Suratman.

Buah Manis di Balik Layar Kevin Cordon

Kevin Cordon
Kevin Cordon. (Zimbio)

Qadafi kemudian sukses ketika memegang Kevin Cordon. Sebelum membuat kejutan di Olimpiade 2020, Kevin memenangi beberapa kejuaraan, khususnya yang berlangsung di benua Amerika.

Ternyata, Qadafi hampir saja tak mendampingi Kevin di Jepang. Qadafi sempat mengalami permasalahan ketika pengurusan visa di Guatemala tak kunjung rampung. Qadafi pun sempat sebulan tinggal di Meksiko, karena visa di Guatemala tak kunjung keluar.

"Sampai bulan Januari lalu pulang ke Indonesia untuk memenuhi persyaratan, tapi perpanjangan bisa tetap ada masalah. Akhirnya visa bisa cepat selesai karena dibantu Kevin," paparnya.

Suratman senang Qadafi bisa meraih kesuksesan sebagai pelatih. Dalam kesibukannya menjadi pelatih di Guatemala, Qadafi pun rutin berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia.

"Bangga punya anak bisa melatih orang Guatemala, yang mayoritas ke sepak bola, sekarang dia bisa sedikit mengubat situasi di sana dengan bulu tangkis," pungkasnya. (Laporan Kontributor Putra Wijaya)