BolaSkor.com - Musa Juwara adalah pemain yang laya mendapatkan label juara pada duel Inter Milan kontra Bologna. Juwara menjadi aktor kebangkitan tim tamu.

Inter Milan berada di atas angin setelah Romelu Lukaku mencetak gol pada menit ke-22 dan Bologna bermain dengan 10 pemain. Roberto Soriano mendapatkan kartu merah pada menit ke-57 usai melontarkan makian kepada sang pengadil.

Akan tetapi, Keadaan berbanding terbalik 180 derajat usai Musa Juwara masuk sebagai pemain pengganti. Ia menggantikan Nicola Sansone pada menit ke-65.

Hanya tujuh menit berada di lapangan, Musa Juwara langsung mendulang gol. Ia melepaskan tembakan ke pojok gawang yang tak bisa dibendung Samir Handanovic.

Tidak hanya itu, pergerakan Juwara dari sisi kanan pun menyulitkan Inter Milan. Akibatnya, Alessandro Bastoni menerima kartu merah setelah melanggar Juwara.

Baca Juga:

Antonio Conte Serang Balik Pengkritik: Cibir Saya, Jangan Inter Milan

Hasil Laga Liga-liga Eropa: Man City dan Inter Takluk, Barcelona Menang Telak

Legenda Inter Heran Lukaku Gagal di Manchester United

Musa Juwara

Rossoblu mendapatkan angin kedua setelah kedua tim sama-sama bermain dengan 10 orang. Pada akhirnya, Musa Barrow mencetak gol kemenangan pada menit ke-80.

Itu merupakan gol pertama Musa Juwara di Serie A. Pada duel tersebut, pemain 18 tahun itu menorehkan empat tembakan di mana tiga di antaranya mengarah ke gawang.

"Saya berterima kasih kepada pelatih karena memberikan kepercayaan saat melawan Inter Milan. Saya sangat senang bisa mencetak gol pertama," ulas Juwara seperti dilaporkan Football Italia.

"Saya mendedikasikan gol ini untuk keluarga dan semua orang yang membantu dalam perjalanan. Kelebihan dari kemenangan ini adalah milik Mihajlovic."

"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya akan mengingat sepanjang hidup," timpalnya.

Apa yang dicapai Musa Juwara saat ini diraih dengan tidak mudah. Ia memiliki sisi kelam pada cerita perjalanan sebagai pesepak bola.

Gazzetta dello Sport mengabarkan, Musa Juwara adalah pria asal Gambia yang merantau ke Italia pada usia 14 tahun. Pada 2016, ia naik kapal laut seorang diri menuju Italia. Ayah dan ibu Juwara telah meninggal sejak ia masih kecil.

Virtus Avigliano menjadi tempat pertama kali Musa Juwara menimba ilmu sepak bola di Italia. Meskipun dirawat oleh kakeknya, namun ia kemudian diadopsi oleh pelatih Virtus Avigliano.

Nama Musa Juwara mulai mencuat setelah Virtus Avigliano menjadi juara pada kompetisi lokal di Potenza. Pada kejuaraan tersebut, Juwara menjadi satu di antara pemain yang paling bersinar.

Musa Juwara

Bakat Musa Juwara menarik perhatian Chievo Verona. Verona mengajukan penawaran yang disambut baik oleh Juwara dan Avigliano.

Namun, FIGC menilai transfer tersebut cacat secara hukum. Menurut FIGC, transfer itu adalah bentuk eksploitasi anak yang merupakan imigran ilegal.

Akan tetapi, Musa Juwara tidak menyerah untuk mencapai mimpinya bermain di tingkat profesional. Dengan dibantu kuasa hukum, Juwara memenangi sidang dan bisa menjadi pemain tim akademi Chievo Verona.

Musa Juwara sadar, ia membutuhkan batu loncatan untuk terus menjaga asa menjadi pemain besar. Tak heran, ia menawarkan diri kepada Inter Milan dan Juventus.

Sayangnya, Inter dan Juventus tidak tertarik dengan Musa Juwara. Kedua klub tersebut menilai, kualitas Juwara belum cukup mumpuni untuk memperkuat tim primavera.

Kemudian, Musa Juwara mendapatkan pinangan dari Bologna pada Juli 2019. Tawaran tersebut tidak disia-siakan sang pemain.

Sejak saat itu, kemampuan Musa Juwara terus menanjak. Ia telah mengemas 11 gol plus lima assist di kompetisi Primavera.

Musa Juwara dalam perahu yang tepat untuk membawanya ke puncak karier. Namun, ia perlu pantang lelah mengayuh dayung agar bisa sampai tujuan. Sebab, perjalanan masih panjang dan ada banyak rintangan.