BolaSkor.com - Megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, telah menorehkan 27 gol sepanjang musim ini di seluruh kompetisi bersama Juventus. 21 gol di antaranya dicetak di Serie A dan membantu Bianconeri juara Scudetto delapan kali beruntun.

Ronaldo, 34 tahun, bisa dikatakan menjalani musim yang terbaik karena ini musim debutnya di Serie A, Italia, sejak pindah dari Real Madrid. Kendati demikian, Zdenek Zeman tidak sependapat dengan opini tersebut.

Mantan pelatih AS Roma berusia 72 tahun menilai musim Ronaldo tidaklah sebagus musim penyerang Sampdoria yang sudah berusia 36 tahun, Fabio Quagliarella. Eks striker Juventus menjadi top skor Serie A dengan torehan 26 gol, diikuti Duvan Zapata (22 gol), Krzysztof Piatek (22 gol), dan Ronaldo (21 gol).

Baca Juga:

Cristiano Ronaldo Dinilai Lebih Pantas Meraih Ballon d'Or daripada Lionel Messi

Cristiano Ronaldo Tak Mau Juventus Dilatih Antonio Conte

Daftar Penghargaan Serie A 2018-2019: Cristiano Ronaldo Jadi Pemain Terbaik

Cristiano Ronaldo

"Ronaldo? Dia punya musim yang buruk dibanding Quagliarella. Dia jawara sejati, tapi Juve tidak melakukan langkah maju apapun. Juve telah mencapai dua final Liga Champions tanpanya," tutur Zeman, sebagaimana dilansir dari Calciomercato.

Jika tolok ukurnya perjalanan Juventus di Liga Champions musim ini maka penilaian Zeman benar adanya. Perjalanan Juventus musim ini hanya mencapai fase perempat final sebelum dihentikan oleh Ajax Amsterdam - kekalahan itu dinilai jadi penyebab akhir kerja sama dengan Massimiliano Allegri.

Cristiano Ronaldo dan Fabio Quaqliarella

Zeman, yang terakhir melatih Pescara pada periode 2017-18, juga menilai persaingan di Serie A musim 2018-19 telah berakhir dari awal seperti musim-musim sebelumnya karena dominasi La Vecchia Signora, yang merengkuh Scudetto kedelapan beruntun.

"Musim ini bukanlah musim yang hebat untuk sepak bola di Italia. Pertarungan untuk titel Scudetto sudah berakhir jauh sebelum itu dimulai, seperti yang sudah terjadi selama delapan tahun terakhir," ucap Zeman.

"Saya berharap banyak dari Napoli, tapi tidak mudah untuk membuka sirkulasi kemenangan. Atalanta penilik gaya main paling Eropa di antara seluruh tim Serie A," pungkas pria yang pernah dikenal dengan permainan ofensif yang disebut Zemanlandia.