BolaSkor.com - Sungguh malang nasib yang menimpa gelandang serang AS Roma Nicolo Zaniolo. Cedera mengubur mimpinya bermain di Piala Eropa 2020. Tidak sekali, bahkan dua kali ia gagal bermain di Piala Eropa.

Piala Eropa 2020 seyogyanya berlangsung tahun lalu, namun karena pandemi virus corona turnamen ditunda setahun dan akan berlangsung pada Juni hingga Juli 2021.

Pada awalnya Zaniolo sudah divonis tak bisa ikut Piala Eropa pada tahun lalu karena cedera parah. Asa untuk bermain pun muncul setelah Piala Eropa diundur setahun, sebab Zaniolo berangsur pulih.

Akan tapi malang bagi produk akademi Inter Milan itu cedera yang dialaminya tak juga berakhir. Zaniolo sedianya bisa kembali pada April ini, tetapi Profesor Fink yang mengunjunginya menilai masih butuh waktu sebelum cederanya benar pulih.

Baca Juga:

10 Gelandang Serang U-21 Termahal Dunia

Piala Eropa 2020 - Peraturan UEFA Mengenai Pergantian Pemain dan Penonton

100 Hari Menuju Piala Eropa 2020: 5 Pemain Abad 21 dengan Caps Terbanyak

Nicolo Zaniolo

Dilaporkan La Gazzetta dello Sport kaki kiri Zaniolo memiliki kurang dari 10 persen kekuatan otot, ia pun disarankan agar tak mengambil risiko. Zaniolo pasrah dengan kondisinya dan menargetkan Piala Dunia 2022.

"Saya kecewa, tapi target saya adalah siap untuk Piala Dunia tahun depan," kata Zaniolo kepada La Gazzetta dello Sport.

"Nicolo sangat terpukul beberapa hari yang lalu. Dia memiliki suasana hati yang sama pada hari dia mencedarai lututnya. Sekarang, perlahan, dia mulai merasa lebih baik, bahkan jika dia memiliki keinginan yang tak tertahankan untuk bermain di dalam," imbuh sang ayah, Igor.

Pendapat Roberto Mancini

Pelatih timnas Italia Roberto Mancini tak mau mencoret kemungkinan Zaniolo kembali membela Gli Azzurri. Itu seolah memberi kepercayaan diri kepada Zaniolo agar tak terlalu memikirkan cedera yang tak kunjung menjauh.

"Mari kita tunggu dan lihat (kondisi Zaniolo)," tambah Mancini. "Saya tahu ada 70 persen peluang dia tidak akan bersama kami, tapi Nicolo harus tetap tenang."

"Dia memiliki seluruh karier (yang panjang) di depan, dan dia tidak boleh terburu-buru karena dia tidak bisa mengambil risiko. Kami akan mengikutinya sampai akhir karena kami tahu nilainya dengan baik. Hal seperti ini bisa terjadi dalam sepak bola."

Mengingat usia Zaniolo yang baru berumur 21 tahun, cedera dan absennya di Piala Eropa diharapkan bisa menjadi pembelajaran untuk mengasah mentalitas dan jauh berkembang di masa depan.