BolaSkor.com - Gelandang berusia 31 tahun, Kevin-Prince Boateng, belum lama tiba di Barcelona setelah ditransfer dari Sassuolo di bursa transfer musim dingin. Namun apes baginya, rumahnya kemalingan kala dia sedang bertanding bersama Barcelona.

Kejadian itu berlangsung baru ini. Barcelona menjamu Real Valladolid di pekan 24 LaLiga, Minggu (17/2) dini hari WIB. Dalam pertandingan yang dimenangi Barca dengan skor 1-0 itu (via gol penalti Lionel Messi), Boateng menjadi starter.

Di saat dia bertanding itulah pelaku alias maling masuk ke dalam rumahnya yang berada di distrik Sarria, Barcelona, beraksi. Ketika laga sudah usai dan Boateng kembali ke rumah, ia menyadari rumahnya kemalingan.

Baca Juga:

Cetak 30 Gol di Barcelona, Rivalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Belum Berakhir

Barcelona Bakal Kalah dari Lyon Andai Tampil Seperti Kontra Valladolid

Hasil Kompetisi Eropa: Barcelona Menang Tipis, Milan Pesta Gol ke Gawang Atalanta

Kevin-Prince Boateng

Diberitakan Sport-English, Boateng kehilangan perhiasan dan uang kas dengan kisaran harga 300-400 ribu euro atau setara empat-enam miliar rupiah. Kepolisian setempat tengah menyelidiki insiden itu, apalagi itu bukan yang pertama terjadi.

Sebelumnya, Jordi Alba, bek kiri Barcelona, juga mengalami nasib serupa. Rumahnya menjadi target maling kala dia tengah bersiap membela Barcelona jelang laga Liga Champions melawan Inter Milan. Rumah Alba dirusak ketika keluarganya ada di dalam rumah. Beruntung, tidak ada yang terluka dari insiden itu.

Menurut laporan yang diterima polisi, metode yang digunakan pelaku sama di kedua insiden itu. Maling masuk melalui jendela, lalu membuka paksa brankas rumah Boateng dan Alba. Parahnya lagi, zona area rumah Boateng dan Alba berada di satu area yang sama.

Polisi diharapkan bisa bergerak cepat menangkap pelaku. Pasalnya, jika tidak segera ditangkap, rasa ketidakamanan itu akan dirasakan para pemain Barcelona, khususnya Boateng dan Alba yang sudah menjadi korban.

Jika dibiarkan berlanjut, hal tersebut dapat memengaruhi fokus para pemain jelang pertandingan, karena mereka khawatir akan keselamatan keluarga jika ditinggal di rumah. Kehilangan harta dapat digantikan dengan penghasilan pemain yang selangit, tapi keselamatan nyawa manusia lebih penting dari harta itu sendiri.